Cerita Maharia di Tobadak: Menjual Nasi Kuning, Gogos & Buras untuk Hidupi Suami dan Anaknya

“Tidak menentu Pak, kalau laris bisa dapat Rp 100 hingga Rp 200 ribu per hari,” kata Maharia kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (8/2/2022).

Penulis: Samsul Bachri | Editor: Hasrul Rusdi
Samsul Bachri/Tribun-Sulbar.com
Maharia (47) salah satu penjual nasi kuning di Gerbang KTM Jl. Tammauni Puena Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, Selasa (8/2/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Menjual aneka makanan untuk sarapan sudah dilakoni Maharia (47) selama tujuh bulan.

Di lapaknya tersedia nasi kuning, gogos hingga buras.

Berada di pintu gerbang Kota Terpadu Mandiri Tobadak (KTM) Jl Tammauni Puena Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar).

Ia mengaku menjual sarapan pagi untuk penuhi kebutuhan keluarga.

Keterbatasan ekonomi memaksanya harus mengganti peran suaminya untuk mencari nafkah.

Ibu empat anak ini harus menafkahi kedua anaknya yang masih tinggal bersamanya.

Baca juga: Ditinggal Pemilik Melayat di Desa Tetangga, Sebuah Rumah di Loko Mamasa Ludes Dilalap Api

Baca juga: Pasar Murah Perlengapan Dapur Rp 20 Ribu Dapat 3 Barang, Warga Mamuju: Sangat Membantu

Maharia (47) salah satu penjual nasi kuning di Gerbang KTM Jl. Tammauni Puena Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, Selasa (8/2/2022).
Maharia (47) salah satu penjual nasi kuning di Gerbang KTM Jl. Tammauni Puena Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, Selasa (8/2/2022). (Samsul Bachri/Tribun-Sulbar.com)

Suami Maharia, Kasman (50) menderia sakit tulang sejak beberapa tahun lalu.

Hingga membuatnya hanya bisa berdiam diri dirumah.

Mulai pukul 06.00 Wita, Maharia sudah berada dilapaknya.

Jarak rumah dari lapaknya sekitar 200 meter.

Ia berjalan kaki dan sesekali diantar oleh salah satu anaknya untuk membawa dagangan ke lapaknya.

“Tidak menentu Pak, kalau laris bisa dapat Rp 100 hingga Rp 200 ribu per hari,” kata Maharia kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (8/2/2022).

Terkadang pula hanya ada satu pelanggan dalam sehari.

“Ya sisanya dibawa pulang, di jual dirumah atau dibagi ke tetangga jika masih layak,” ungkapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved