Breaking News:

PBNU Periode 2022 2027

PBNU Libatkan Perempuan di Struktur Kepengurusan, Ketua DPR RI: Terobosan Membanggakan

Puan Maharani Ketua DPR RI mengapresiasi PBNU yang telah mengakomodasi peran perempuan dalam kepengurusan baru periode 2022-2027.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Nurhadi Hasbi
dpr.go.id
Ketua DPR RI, Puan Maharani 

TRIBUN-SULBAR.COM - Ketua Dewa Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Puan Maharani, mengapresiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf, yang mengakomodasi peran perempuan dalam struktural kepengurusan periode 2022-2027.

Puan menilai ini menjadi sejarah baru bagi PBNU yang begitu membanggakan, utamanya bagi kaum perempuan.

Turut dilibatkannya peran perempuan dalam kepengurusan struktural PBNU periode yang baru ini, tentu menghadirkan warna tersendiri  bagi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

"Dengan masuknya perempuan dalam struktur PBNU yang baru, ini adalah sebuah terobosan yang sangat membanggakan," ucap Puan Maharani.

Ia berharap masuknya sejumlah perempuan di struktural kepengurusan PBNU bisa membuat NU semakin memberi manfaat untuk umat, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Yahya Cholil Staquf saat menjabat Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan keterangan pers usai sidang pleno laporan pertanggungjawaban PBNU pada Muktamar NU ke-34 di UIN Raden Intan, Lampung, Kamis (23/12/2021). Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya itu maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-34.
Yahya Cholil Staquf saat menjabat Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan keterangan pers usai sidang pleno laporan pertanggungjawaban PBNU pada Muktamar NU ke-34 di UIN Raden Intan, Lampung, Kamis (23/12/2021). Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya itu maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-34. (kompas.com)

Baca juga: Hegemoni Patriarki Runtuh, Tokoh Perempuan Warnai Tubuh PBNU, Gus Yahya Libatkan Politisi

Baca juga: Gus Yahya Umumkan Susunan PBNU Periode 2022-2027, Putra Sulbar Masud Saleh Jabat Wakil Sekjen

Ketua PDI-P itu menyampaikan dengan mengakomodasi peran perempuan dalam sebuah organisasi besar itu menjadi bukti bahwa seluruh elemen di Tanah Air turut serta mendukung semangat emansipasi perempuan.

Sejauh ini, keterwakilan perempuan dalam ranah publik hanya ada di kancah perpolitikan.

Akan tetapi, PBNU dinilai telah melakukan sebuah terobosan yang membanggakan yang telah menerapkan aturan serupa dalam bidang keagamaan lewat pengakomodiran perempuan.

"Meski tidak ada aturan yang mengikat bagi lembaga keagamaan untuk menerapkan hal serupa, PBNU telah melakukannya,"

"Ini hal yang sangat perlu diapresiasi, bukan hanya oleh kaum Nahdliyin, tapi oleh bangsa," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved