Breaking News:

Pemerintah Salurkan 1,2 Miliar Liter Minyak Goreng Kemasan ke Semua Pasar, Harga Rp 14.000

Pemerintah dalam hal ini Kemendag bakal menyalurkan minyak goreng subsidi seharga Rp 14.000 per liter dalam enam bulan pertama 2022.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Pedagang minyak goreng curah di Pasar Baru Indramayu, Jawa Barat. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menyalurkan minyak goreng subsidi seharga Rp 14.000 per liter dalam minggu ini.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan distribusi minyak goreng subsidi itu nantinya bakal dilakukan di semua pasar.

Ia menjelaskan, penyaluran minyak goreng subsidi ke semua pasar, termasuk pasar modern lantaran masalah akuntabilitas dalam transaksi.

"Masalahnya pedagang pasar ini akuntabilitasnya bagaimana. Kita kan kalau di pasar modern ada receiptnya atau resi transaksi, ini kan belum ada."

"Makanya sembari itu kita sedang cari bagaimana mekanismenya untuk jalan," ucap Mendag Muhammad Lutfi.

Diterangkan dalam surat tersebut, ada 11 juta liter minyak goreng belum terdistribusi, terutama di wilayah Indonesia Timur.
Diterangkan dalam surat tersebut, ada 11 juta liter minyak goreng belum terdistribusi, terutama di wilayah Indonesia Timur. (Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman)

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga Minyak Goreng, Pelaku Usaha di Mamasa Terpaksa Naikkan Harga Jualan

Baca juga: Puan Maharani Turun Tangan Desak Pemerintah Turunkan Harga Minyak Goreng

Pemerintah bakal memakai mekanisme Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan menggunakan subsidi Rp 3.000 per liter.

Ada sebanyak 1,2 miliar liter minyak goreng kemasan sederhana yang akan disalurkan dalam enam bulan ke depan di tahun 2022 ini.

"1,2 miliar liter ini untuk enam bulan, jadi kami memprediksi harga akan jauh lebih landai dan stabil setelah enam bulan."

"Kalau ternyata harga tidak stabil dan tidak landai, kami akan teruskan lagi enam bulan kedua, sehingga totalnya menjadi 2,4 miliar liter," jelasnya.

Pemerintah juga bakal menggandeng Badan Usaha Milik Negara di sektor pangan hingga swasta nasional.

Guna memastikan ketersediaan pasokan minyak goreng bisa terpenuhi 1,2 miliar liter.

"Jadi, karena ini adalah pekerjaan yang sangat besar, kita mesti bekerja bersama-sama secara akuntabel. Kita enggak mau kan kemasan sederhana dipotong, dikumpulkan, terus di jual untuk ekspor lagi. Kita mau ini untuk rakyat indonesia," bebernya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved