Breaking News:

PENYEBAB Ribuan Warga Polman Sudah Vaksinasi Hingga Dosis Dua Belum Dapat Sertifikat

Menurut Andi Suaib hampir 5.000 lebih warga Polewali Mandar hingga kini belum bisa mengakses sertifikat vaksinasi.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
Hasan Basri/Tribun-Sulbar.com
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polman, Andi Suaib Nawawi 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Ribuan warga Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) yang sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 lengkap belum mendapatkan bukti vaksin.

Sertifikat vaksin tak muncul di aplikasi PeduliLindungi. Padahal, mereka sudah mendapat vaksinasi hingga dosis kedua.

Kepala Dinas Kesehatan Polman, Andi Suaib Nawawi mengatakan, permasalahan ini terjadi, akibat nomor Induk Kependudukan (NIK) warga bermasalah.

NIK warga tidak terbaca di sistem karena error.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Kemasan 2 Liter Masih Rp 45 Ribu di Pasar Baru Mamuju

Baca juga: Airlangga: Program Prioritas Terhadap Ekonomi Mulai Direalisasikan Sejak Awal Tahun

"Selain tidak ada NIK, ada NIK warga yang error, ada NIK tidak bisa diinput karena tidak konsolidasi, " kata Andi Suaib kepada tribun melalui telepon selulernya, Senin (10/1/2022).

Temuan ini hampir tersebar di 16 Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar.

Menurut Andi Suaib hampir 5.000 lebih warga Polewali Mandar hingga kini belum bisa mengakses sertifikat vaksinasi.

"Kurang lebih itu, kalau kita melihat jumlah vaksinasi sepanjang 2021 ya ada ribuan," tuturnya.

Tim Vaksinasi Polres Polman vaksinasi santri Pondok Pesantren MPPM Darul Mahfud, Desa Lekopaddis, Kecamatan Tinambung.
Tim Vaksinasi Polres Polman vaksinasi santri Pondok Pesantren MPPM Darul Mahfud, Desa Lekopaddis, Kecamatan Tinambung. (Humas Polres Polman)

Tidak hanya itu, faktor lain yang menghambat penginputan adalah kendala jaringan beberapa kecamatan.

Suaib meminta masyarakat yang belum mendapatkan bukti vaksin tidak perlu panik.

Permasalahan ini sudah dilaporkan ke pihak Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat

"Sementara sudah dikerja Diduscapil. Beberapa kita sudah teruskan niknya.

Dan puskesmas juga sekarang sudah mencari data data sebelumnya yang belum dilapor," paparnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved