Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Omicron Jadi Momok, 4.000 Penerbangan Seluruh Dunia Dibatalkan di Momen Libur Natal

Kasus varian Omicron di Indonesia kini menjadi 19 kasus. Akibat dari pelaku perjalanan internasional.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Penumpang Pesawat Wings Air di Bandara Tampa Padang Mamuju. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melaporkan adanya 11 pasien baru Covid 19 yang tertular oleh varian baru virus corona, yakni Omicron di Indonesia.

Penambahan 11 kasus tersebut membuat total kasus virus Omicron di Indonesia menjadi 19 kasus.

Penambahan 11 kasus tersebut adalah pelaku perjalanan internasional yang kembali dari Turki, Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi.

Saat ini, para pasien tengah dikarantina di Jakarta.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Listyo Sigit Prabowo meminta, kepada pengelola bandara agar meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional.

ILUSTRASI Pelaku perjalanan internasional
ILUSTRASI Pelaku perjalanan internasional (imigrasi.go.id)

Baca juga: Syarat Umrah Ketat Ditambah Munculnya Omicron, Garuda Indonesia Tunda Penerbangan untuk Umrah

Baca juga: TKA Positif Covid-19 Varian Omicron Masuk Sulawesi, Sekprov Sulbar Minta Dinkes Lakukan Ini

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menilai peningkatan pengawasan dilakukan guna mencegah penyebaran varian Omicron yang telah masuk wilayah Tanah Air.

Selain itu, peningkatan pengawasan juga dimaksud untuk mencegah lonjakan kasus Covid 19 usai periode Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

"Karena saat ini sedang berkembang varian baru Omicron dan dari info Kemenkes (Kementerian Kesehatan) sudah ada delapan kasus yang rata-rata datang dari luar negeri," kata Listyo Sigit Prabowo.

Ia juga meminta kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memberikan sanksi yang tegas bagi siapapun yang melanggar aturan terkait dengan masa karantina kesehatan yang harus dilakukan oleh pelaku perjalanan internasional setibanya di Indonesia.

"Terhadap pelanggaran yang ada silakan diproses, sehingga kita yakin seluruh proses berjalan tanpa ada yang dilanggar. Ini untuk kepentingan kesehatan yang lain."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved