Tak Ada Perhatian Pemerintah, Warga Marano Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Jalan
Warga Marano terpaksa berusaha mengevakuasi pohon tumbang dan material longsor, karena setiap warga melintas kesulitan.
Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Warga-UPT-Marano-Kelurahan-Sinyonyoi-Kecamatan-Kalukku-Mamuju-gotong-royong.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Warga Unit Permukiman Transmigarasi (UPT) Marano, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, kembali melakukan aksi gotong royong, Jumat (17/12/2021)
Hal tersebut dilakukan, lantaran jalan yang masih tertimbun material longsor dan pohon tumbag menghalangi jalan tak mendapat perhatian pemerintah.
Longsor terjadi akibat hujan deras pada Sabtu (13/11/2021) lalu.
Baca juga: Kepala UPT Marano Minta Warga Bersabar: Bisa Lewat Jalan Alternatif di Desa Pamulukang
Baca juga: Warga di UPT Marano Minta Keseriusan Pemkab Mamuju untuk Bersihkan Material Longsor yang Tutup Jalan
Akibatnya akses jalan tertutup total.
Warga Marano terpaksa berusaha mengevakuasi pohon tumbang dan material longsor, karena setiap warga melintas kesulitan.
Warga Marano Rosim mengatakan, gotong royong dilakukan karena banyak warga yang sering terjatuh saat melintas.
"Mau tidak mau terpaksa kita kerjakan sesuai kemampuan manusia," ungkap Rosim kepada Tribun-Sulbar.com, Jumat (17/12/2021).
Dirinya berharap, pemerintah bisa lebih memperhatikan kondisi akses jalan Marano.
Sebab warga sangat kasian saat melintasi jalan tersebut.
Saat ini warga susah payah membawa hasil kebun untuk dijual di kota karena kondisi jalan tertimbun longsor.
"Tolonglah pemerintah bisa melakukan tindakan untuk warga Marano," ungkapnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman