Upah Minimum

AWAS Jangan Sampai Salah, Simak Perbedaan UMP dan UMK Lengkap dengan Cara Hitungnya!

Perbedaan keduanya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupaha

Editor: Ilham Mulyawan
Tribunnews/Jeprima
Pegawai bank sedang memperlhatkan uang kertas pecahan Rp100 ribu. Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan gaji sebesar Rp1 juta 

TRIBUN-SULBAR.COM - Menjelang akhir tahun, kini lagi ramai dibahas mengenai Upah Minimum Provinsi (UMP dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di masing-masing provinsi, dan kabupaten/kota.

Sudah 27 provinsi, termasuk Sulawesi Barat mengumumkan besaran UMP.

DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan UMP tertinggi, yakni sebesar Rp 4.453.935, atau naik Rp 37.749 bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca juga: UMP Sulbar 2022 Tidak Naik, Ketua HIPMI Sulbar: Keputusan Terbaik untuk Pengusaha & Pekerja

Sementara itu, Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan UMP terkecil, yakni sebesar Rp 1.812.935.

Selain itu, untuk UMP provinsi DI Yogyakarta tahun 2022 ditetapkan sebesar Rp 1.840.951,53 atau naik 4,3 persen dari tahun sebelumnya.

Bagaimana dengan Sulawesi Barat?

Daerah yang dipimpin Gubernur Ali Baal Masdar itu masih menetapkan sebesar Rp 2.678.863, alias tidak ada perubahan sama sekali.

Nah, setelah membaca penjelasan di atas, sebenarnya apa sih perbedaa UMP dan UMK?

Perbedaan keduanya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Upah minimum adalah batas bawah atau upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah yang dibayarkan kepada buruh atau pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Baca juga: UMP Sulbar Tak Naik, Pemerhati: Ekonomi Anjlok Pascagempa dan Pandemi Covid-19

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved