Artemisinin Obat yang Dianggap Ampuh Memerangi Covid 19, WHO: Perlu Pengujian Lebih Lanjut
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa akan dilakukan pengujian lebih lanjut terkait obat artemisinin yang dianggap efektif melawan corona.
Penulis: Suandi | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Tanaman-Artemisia-sebagai-obat-malaria.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM – Organisasi kesehatan dunia (WHO) akan melakukan pengujian terhadap obat malaria pada pasien Covid 19.
Obat malaria tersebut berasal dari tanaman Artemisia yang digunakan di Madagaskar.
Negara kepulauan Afrika itu menarik banyak perhatian lantaran akan mempromosikan minuman yang mengandung esktrak tumbuhan Artemisia untuk memerangi virus corona.
Akan tetapi, sejauh ini belum ada bukti jika tanaman tersebut mampu memerangi virus Covid 19.
Artemisia Annua merupakan tanaman yang berasal dari Asia, namun bisa tumbuh di banyak tempat dengan kondisi yang cerah dan hangat.
Baca juga: Kisah Polisi di Polman Sukses Budidaya Sayur Selada Hidroponik di Tengah Pandemik Covid 19
Baca juga: PPKM Berakhir Hari Ini, Berikut Perkembangan Covid 19 di Indonesia
Tanaman ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama lebih dari 2000 tahun untuk mengobati sejumlah penyakit, termasuk malaria dan menghilangkan rasa rasik serta memerangi demam.
Dalam pengobatan tiongkok, ini dikenal sebagai ‘qinghao’
Selain itu, turunannya seperti artesunat, dan artemeter memiliki sifat farmakokinetik yang lebih baik.
Oleh sebab itu, tanaman tersebut banyak digunakan dalam berbagai pengobatan anti malaria.
Mempertimbangkan aspek kemanannya yang sangat baik pada manusia, serta potensinya untuk didistribusikan ke seluruh dunia dengan biaya yang relative murah.
Menjadikan obat berbasis artemisinin tampaknya menjadi kandidat obat yang menarik untuk memerangi Covid 19.
Akan tetapi, potensi anti virus artemisinin, turunannya, dan ekstrak tumbuhannya masih belum menunjukkan kejelasan apakah benar-benar layak dalam pengobatan Covid 19 lantaran mekanisme aksinya yang sulit dipahami.
Tanggapan ilmuwan soal Artemisia
Ilmuwan Jerman dan Denmark telah menguji ekstrak dari tanaman Artemisia annua, dan menunjukkan beberapa efektivitas melawan virus corona.
Perlu diketahui, penelitian tersebut merupakn penilitian yang belum ditinjau secara indenpen oleh ilmuwan lain.