Rumah Sakit Covid-19 Sulbar Rampung, Kementerian Kesehatan Diharapkan Segera Lengkapi Alkes

Ditaksir menggunakan anggaran sekitar Rp 54 miliar melalui Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Habluddin
Pembangunan Rumah Sakit Covid-19 Sulbar diserahkan sekaligus diresmikan. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pembangunan Rumah Sakit Covid-19 Sulawesi Barat (Sulbar) sudah rampung 100 persen dan sudah diserahkan ke Pemprov Sulbar.

Ditaksir menggunakan anggaran sekitar Rp 54 miliar melalui Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sarana dan prasarana di RS Covid-19 Sulbar tersebut cukup memadai dan sudah memenuhi standar nasional.

Namun, kelengkapan alat kesehatan (Alkes) di RS Covid-19 Sulbar ini masih kurangan.

Baca juga: Pengajuan Dana KUR Bisa di BRILink, Berikut Syarat Mengajukan dengan Bunga 6 Persen

Baca juga: Penentuan Batas Wilayah Laut Sulbar dan Kaltim Selesai, Hatta: Sisa Pemutakhiran Titik Koordinat

Hal tersebut, disampaikan Sekprov Sulbar, Muhammad Idris saat meresmikan RS Covid-19 Sulbar, Rabu (13/10/2021).

RS Covid-19 Sulbar berada di Jl RE Martadinata, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, di samping kantor PMI Sulbar.

"Kita masih terkendala Alkes, karena Alkes yang ada saat ini masih menggunakan Alkes di rumah sakit lama," kata Idris.

Pihaknya sudah komunikasi ke Kementerian Kesehatan terkait kelengkapan Alkes di RS Covid-19 Sulbar.

Apalagi, pembangunan RS Covid-19 Sulbar merupakan kerjasama BNPB, Kementerian Kesehatan dan Kementerian PUPR.

Baca juga: Habiskan Anggaran Rp 54 Miliar, Begini Penampakan & Fasilitas Rumah Sakit Covid-19 Sulbar

Baca juga: Hadirkan Ahli Geomatika, Pemprov Sulbar Bahas Penentuan Batas Wilayah Laut dengan Kaltim

"Jadi kelengkapan Alkesnya akan dilakukan Kementerian Kesehatan (kemenkes) sesuai komitmen bersama antara Kemenkes, BNPB dan Kementerian PUPR," bebernya.

Sehingga, menunggu respon dari Kementerian Kesehatan terkait kelengkapan Alkes di RS Covid-19 Sulbar.

Mengingat, Kementerian PUPR sudah menjalankan tugasnya menyelesaikan pembangunan melalu kontraktor PT Waskita Karya dan PT Virama Karya.

Pembangunan Rumah Sakit Covid-19 Sulbar diserahkan sekaligus diresmikan.
Pembangunan Rumah Sakit Covid-19 Sulbar diserahkan sekaligus diresmikan. (Tribun-Sulbar.com/Habluddin)

Begitupun, pembayaran proyek tersebut akan dilakukan BNPB setelah diaudit.

"Kita juga lihat ini instalasi penanganan Covid-19 yang berkelas. Dibandingkan RS lain di Sulbar inilah yang terbaik," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Regional Sulbar dr Muhammad Ihwan mengatakan RS Covid-19 memiliki 73 bed.

Dimana, ada tujuh bed dan tempat Intensive Care Unit (ICU) satu kamar.

"Ada juga kamar satu bagi pasien bertekanan negatif dan 66 bed di ruang observasi," tandasnya.

Diketahui, tenaga kesehatan (Nakes) akan bekerja sebanyak 28 orang ditambah satu dokter ahli paru dan 13 dokter ahli lainnya.(*)

Laporan wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved