Breaking News:

BPBD Sulbar

BPBD Sulbar dan UNDP Duduk Bersama Menyusun Literasi Mitigasi Kebencanaan

"Worksop ini sebagai kajian untuk menyusun literasi mitigasi kebencanaan," kata Darno Majid kepada Tribun-Sulbar.com.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com
Sekretaris daerah Provinsi Sulbar, Muhammad Idris, Kepala BNPB, Darno Majid, dan perwakilan United Nations Development Programme (UNDP) Aditya. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) gelar worksop Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITUPASNA) di Hotel Yaki, Rabu (13/10/2021).

Selain diseminasi Jitupasna, BPBD Sulbar juga menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Turut hadir sekretaris daerah Provinsi Sulbar, Muhammad Idris, dan kepala BNPB, Darno Majid.

Serta perwakilan United Nations Development Programme (UNDP) Aditya.

Baca juga: Habiskan Anggaran Rp 54 Miliar, Begini Penampakan & Fasilitas Rumah Sakit Covid-19 Sulbar

Baca juga: Rumah Sakit Covid-19 Sulbar Rampung, Muhammad Idris: Sudah Siap Difungsikan

Sekretaris daerah Provinsi Sulbar, Muhammad Idris, Kepala BNPB, Darno Majid, dan perwakilan United Nations Development Programme (UNDP) Aditya.
Sekretaris daerah Provinsi Sulbar, Muhammad Idris, Kepala BNPB, Darno Majid, dan perwakilan United Nations Development Programme (UNDP) Aditya. (Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com)

UNDP atau Badan Program Pembangunan adalah organisasi multilateral yang paling besar memberi bantuan teknis pembangunan.

Poin pembahasan dari workshop tersebut, yakni menyusun literasi mitigasi kebencanaan di Sulbar.

"Worksop ini sebagai kajian untuk menyusun literasi mitigasi kebencanaan," kata kepala BNPB Sulbar, Darno Majid kepada Tribun-Sulbar.com.

Lanjut Darno Majid, aspek kajiannya mengenai kondisi sosial masyarat di Sulbar.

Dalam melahirkan pengkajian dokumen literasi kebencanaan, aspek sosial ekonomi masyarakat penting untuk dipelajari.

Sebab untuk mengambil keputusan dalam menangani bencana, perlu ada acuan dan panduan.

"Worksop ini akan melahirkan dokumen paduan dalam menangani bencana di Sulbar," kata Darno Majid.

Workshop tersebut berlangsung selama tiga hari (13-15/10/2021).

Perwakilan United Nations Development Programme (UNDP) akan memberikan materi pemahaman mengenai mitigasi kebencanaan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved