Breaking News:

Komando Cadangan

APA Perbedaan Komcad Indonesia dengan Wajib Militer Korea Selatan?

Kekuatan cadangan yang merupakan masyarakat biasa ini bisa melakukan kegiatan sehari-hari mereka jika situasi sedang kondusif.

Dokumentasi Polres Polman
Ilustrasi - Aparat TNI dan Polres Polman berbaris untuk upacara di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jl Poros Pinrang Polman Dusun Rea Timur Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman 

TRIBUN-SULBAR.COM,- Dikutip dari laman administrasi anggota militer Korea Selatan, MMA, wajib militer di sana sudah diberlakukan sejak zaman kuno hingga Periode Tiga Kerajaan.

Selanjutnya, pada masa tidak ada perang dan damai, masyarakat kembali melanjutkan hidup sebagai seorang petani.

Mereka hanya akan dipanggil kembali oleh negara ketika kondisi darurat.

Pada masa Dinasti Goryeo, sejumlah musuh datang dari luar sering menginvasi wilayah kerajaan. 

Untuk mengatasi situasi tersebut, diberlakukan sistem ganda, yakni adanya tentara profesional reguler dan juga tentara cadangan. Setiap provinsi memiliki kebijakan ini.

Kekuatan cadangan yang merupakan masyarakat biasa ini bisa melakukan kegiatan sehari-hari mereka jika situasi sedang kondusif.

Mereka hanya akan dimobilisasi ketika kondisi darurat terjadi.

Wajib meski kondis damai

Di era Dinasti Goryeo, orang-orang yang tergabung dalam kemiliteran tidak memandang jenis kelamin dan usia, semua bisa terlibat masuk di dalamnya.

Untuk laki-laki berusia 16-60 tahun bahkan akan otomatis direkrut jika memang diperlukan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved