Breaking News:

HMI Majene

Tiga Kader HMI Majene Bebas Setelah Ditahan 3 Hari, Najib: Terima Kasih Solidaritasnya

Penahanan tiga kader HMI Majene ditangguhkan atau status tahanan luar dan tetap wajib lapor.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
(Dok Najib) 
Najib, salah satu kader HMI yang sempat ditahan di Polres Majene. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Polres Majene tangguhkan penahanan tiga kader HMI Cabang Majene setelah didemo beberapa hari.

Ketiganya ialah Najib, Siddiq dan Ansar.

Penangguhan penahanan dilakukan oleh Polres Majene pada Jumat (8/10/2021) malam.

Status ketiga kader HMI ini sebagai tahanan luar atau wajib lapor.

Najib mewakili kedua rekannya menyampaikan, terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut berjuang membelanya selama ditahan di Mapolres Majene.

Termasuk senior-senior KAHMI yang sudah menempuh jalur persuasif dengan Polres Majene.

Juga ratusan mahasiswa yang turun aksi di depan Polres Majene.

"Terima kasih kepada teman-teman seperjuangan. Seluruh kader HMI se Indonesia, keluarga, senior KAHMI dan teman-teman OKP lain yang turut andil memperjuangkan kami. Kami tidak bisa berkata apa-apa menyaksikan solidaritas teman-teman," ujar Najib kepada Tribun-Sulbar.com, Sabtu (9/10/2021).

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Polres Majene yang merespon baik atas aksi teman-teman HMI.

Ia mengatakan, kedepannya agar hal ini bisa dijadikan pelajaran semua pihak.

Sebelumnya, ketiga kader ini ditangguhkan penahananya setelah sempat ditahan di Mapolres Majene sejak Rabu (6/10/2021) malam.

Mereka ditahan usai memenuhi panggilan Polres Mejene sebagai saksi atas dugaan pemukulan aparat kepolisian saat demo penolakan videotron di depan Kantor Bupati Majene, Kamis (30/9/2021) lalu.

Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian mengatakan penangguhan dilakukan dengan alasan kemanusiaan.

Juga ada permohonan pengajuan penangguhan dari keluarga.

"Semua harus berjalan sesuai mekanisme hukum. Hari ini ditangguhkan dengan alasan kemanusiaan. Ada orangtua salah seorang tersangka yang sakit," ujar AKBP Febryanto Siagian, Jumat (8/10/2021) malam.

Ia menyebut, status ketiga mahasiswa ini masih tersangka dan wajib lapor.

"Wajib lapor Senin dan Kamis," terangnya.

Ia berharap, kejadian serupa tidak terulang.

Semua pihak bisa mengambil pelajaran.

Utamanya bagi mahasiswa, jika melakukan aksi demo agar tetap bekerjasama dengan aparat kepolisian.

"Jangan mudah terprovokasi atau disusupi oleh kepentingan-kepentingan pribadi atau kelompok yang justru membuat suasana di Majene ini menjadi tidak tertib dan damai,"tandasnya.

Sebelumnya, ketiga mahasiswa ini ditahan dengan dasar pasal 170 dan 351 KUH dengan ancaman hukuman di atas lima tahun kurungan penjara. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved