Nelayan Majene
Cuaca Buruk, Nelayan di Tamo Majene Enggan Melaut
"Takut melaut karena sekarang musim angin kencang," ujar Mamat ditemui di Pantai Tamo, Rabu (1/9/2021).
Penulis: Nasiha | Editor: Nurhadi Hasbi
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Sejumlah nelayan di Lingkungan Tamo, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, mengaku sudah sepekan tak melaut.
Hal ini disebabkan karena cuaca buruk.
Mamat (30) mengaku sudah satu pekan memarkir perahunya.
Ia takut melaut lantaran angin di laut cukup kencang.
Baca juga: KENAPA Sering Ada Nelayan Majene Hilang di Laut?
Baca juga: Kronologi Penemuan Nelayan Majene Dilaporkan Hilang
"Takut melaut karena sekarang musim angin kencang," ujar Mamat ditemui di Pantai Tamo, Rabu (1/9/2021).
Ia juga tak berani ambil risiko melaut sebab, beberapa hari ini sejumlah nelayan di Kelurahan Baurung hilang.
Ia juga ikut trauma dan memilih tak melaut dulu.
Nelayan lainnya, Sapri Nur (54) juga menyampaikan hal sama.
Ia mengaku tak melaut lantaran perahunya kecil dan berisiko jika digunakan melaut dengan cuaca yang tak stabil.
"Biasa tiba-tiba di tengah laut langsung kencang angin. Kalau sudah begitu, kita paccumi langsung lari pulang," ucapnya kepada Tribun-Sulbar.com.
Ia mengatakan, biasanya musim angin timur ini akan lama.
Kalau sudah begitu, nelayan hanya bisa memantau kondisi angin.
"Kalau kita mau berangkat, mesti dilihat dulu anginnya. Sekarang lagi musim angin timur. Pasti kencang," tukasnya.
Di Lingkungan Tamo sendiri, mata pencaharian sebagian besar warga adalah nelayan.
Sepanjang bibir Pantai Tamo berjejer berbagai jenis perahu.
Seperti perahu sampan, katinting, kadomping dan lain-lain.
Tiap hari, nelayan di Tamo melaut dan menjual hasil tangkapannya ke pengepul ikan.
Pengepul ikan lalu menjualnya di Pasar Sentral Majene maupun Pasar di Polewali Mandar.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Nelayan-Majene-tidak-melaut-karena-cuaca-buruk.jpg)