Nelayan Majene
KENAPA Sering Ada Nelayan Majene Hilang di Laut?
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Majene Ichwanty mengatakan, pihaknya mengaku tidak ada program untuk membantu nelayan hilang.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kenapa nelayan Majene Sulawesi Barat (Sulbar) tak sedikit disebut hilang saat melaut?
Terbaru dua nelayan Majene dikabarkan hilang.
Sepekan terakhir, tercatat ada tiga nelayan yang hilang di Majene.
Satu sudah ditemukan selamat dan dua lainnya belum ditemukan.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Majene Ichwanty mengatakan, pihaknya mengaku tidak ada program untuk membantu nelayan hilang.
"Tidak ada program untuk mereka. Mungkin cocoknya di BPBD kalau nelayan hilang," ujar Ichwanty kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (31/8/2021).
Ia menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah berusaha meminimalkan resiko nelayan hilang dengan membagikan pelampung.
Tapi nelayan kerap tidak disiplin memakai pelampung.
"Kami sudah meminimalkan nelayan hilang terutama paccumi dengan membagikan pelampung, tapi mereka kerap tidak disiplin memakai itu," ucapnya.
Padahal, lanjutnya, pihaknya sudah lakukan penyuluhan kalau melaut pelampungnya dipakai.
"Itu pelampung tidak hanya untuk keselamatan tapi juga untuk kesehatan supaya dada nelayan tidak langsung kena angin," lanjutnya.
Ia menuturkan, pihaknya juga kesulitan lantaran masih kekurangan anggaran untuk pengadaan bantuan seperti pelampung, GPS termasuk alat tangkap lainnya.
Sehingga hanya sebagian nelayan mendapat bantuan.
"Karena kita keterbatasan anggaran, dalam satu tahun itu hanya dua kecamatan yang bisa kita penuhi. Tahun depan baru kecamatan lain lagi. Jadi bertahap," tukasnya
Menurut Ichwanty, jumlah nelayan di Majene sekitar 5.000 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Tim-SAR-Mamuju-saat-operasi-pencarian-dua-nelayan-hilang-di-perairan.jpg)