Jalan Rusak Mamuju

Tak Ada Perhatian Pemerintah, Warga UPT Marano Mamuju Gotong Royong Perbaiki Jalan

Jalanan menuju pemukiman transmigrasi tersebut sudah belasan tahun tidak pernah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Warga Marano, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, gotong royong perbaiki jalanan rusak karena tidak ada perhatian pemerintah. 

TRIBUN-SULBAR.COM.MAMUJU - Warga Marano, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, gotong royong perbaiki jalanan rusak karena tidak ada perhatian pemerintah.

Marano adalah salah satu Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) yang berada di daerah gunung Kecamatan Kalukku, Mamuju.

Jaraknya sekitar 15 kilometer dari Bandara Tampa Padang Mamuju melewati jalan terja.

Baca juga: Waspada Potensi Hujan Lebat di Wilayah Mamuju, Mateng, dan Mamasa, Angin Kencang Majene dan Polman

Baca juga: Desa Tampalang Mamuju Programkan Satu Hafiz Satu Dusun

Jalanan menuju pemukiman transmigrasi tersebut sudah belasan tahun tidak pernah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Sehingga, atas inisiatif Marano jalan itu diperbaiki sebab sangat membahayakan pengendara motor.

Warga menambal titik jalan yang sangat rusak dengan beton menggunakan dana swadaya masyarakat.

Salah satu warga Marano Muhammad Syahrir mengatakan, jalan tersebut memang tidak pernah dicor selama UPT Marano berdiri.

"Sangat memperhatikan, memang tidak pernah dicor dan sering sekali jatuh orang kalau lewat naik motor," kata Muhammad Syahrir kepada Tribun-Sulbar.com, Sabtu (21/8/2021).

Lebih lanjut Syaharir mengungkapkan, jalan adalah salah satu hal yang sangat fundamental untuk diperhatikan oleh pemerintah.

Apalagi warga Marano mayoritas petani.

Warga Marano, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, gotong royong perbaiki jalanan
Warga Marano, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, gotong royong perbaiki jalanan rusak karena tidak ada perhatian pemerintah.

"Jalan adalah hal utama bagi warga untuk memperlancar perekonomian, kami petani mau jual hasil tani sangat susah karena akses jalan tidak mendukung," ungkapnya.

"Bayangkan saja kalau kita sewa ojek untuk hasil tani itu sampai Rp 100-200 ribu, kalau mobil hartop itu 750 ribu itupun terbatas," sambungnya.

gotong royong perbaiki jalanan rusak
Warga Marano, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, gotong royong perbaiki jalanan rusak karena tidak ada perhatian pemerintah.

Marano, kata dia, sangat membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah untuk memperbaiki jalan.

"Harapan kami dari masyarakat Marano, semoga pemerintah bisa membantu, karena kita juga bagian dari Indonesia dan saya percaya kekayaan alam Mamuju ini ada di Marano," tuturnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved