Kamis, 23 April 2026

HUT Kemerdekaan RI

Mengenal Latief Hadiningrat, Suhud Sastro dan SK Trimurti, 3 Pengibar Bendera Pusaka Pertama

Tugas menaikkan bendera dan mengibarkan mereka lakukan setelah Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno membacakan teks proklamasi di Jakarta

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Mengenal Latief Hadiningrat, Suhud Sastro dan SK Trimurti, 3 Pengibar Bendera Pusaka Pertama
(Sumber: Wikipedia)
Momen pengibaran Bendera Merah Putih usai pembacaan Teks Proklamasi (Sumber: Wikipedia) 

Setelah pembacaan proklamasi, Latief yang memakai seragam tentara Jepang diminta untuk mengibarkan bendera bersama Suhud Sastro Kusomo.

Setelah kemerdekaan, Latief melanjutkan sebagai tentara salah satunya komandan Komando Kota ketika Belanda menyerbu Yogyakarta (1948). Selain itu, ia juga termasuk yang merumuskan taktik Serangan Umum, 1 Maret 1949.

Latief Hendraningrat meninggal pada 14 Maret 1983 di Jakarta pada usia 72 tahun.

2. Suhud Sastro Kusomo

Suhud Sastro Kusumo merupakan anggota Barisan Pelopor bentukan Jepang yang lahir pada tahun 1920.

Tiga hari sebelum pembacaan teks proklamasi, tepatnya pada 14 Agustus 1945, Suhud diminta untuk menjaga keluarga Soekarno dari segala macam ancaman.

Namun pada tanggal 16 Agustus yang merupakan hari peristiwa Rengasdengklok, suhud tidak menaruh curiga pada Soekarni dan Chairul Saleh yang membawa Soekarno.

Pada malam harinya saat Soekarno sudah kembali, Suhud diminta untuk mempersiapkan pengibaran Sang Saka Merah Putih.

Suhud bertugas membentangkan bendera sementara Latief yang menarik kerek.

3. SK Trimurti

Surastri Karma (SK) Trimurti merupakan seorang guru sekolah dasar yang lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 11 Mei 1912.

Saat menjadi guru SD, SK Trimurti juga ikut berjuang melawan pemerintahan kolonial melalui tulisan-tulisan. Ia pernah dipenjara karena membuat leaflet berisi ujaran antikolonialisme.

Di dalam penjara SK Trimurti justru semakin mengasah tulisannya, alhasil ia semakin kritis dalam mengkritik pemerintah kolonial.

Usai keluar dari penjara SK Trimurti menikah dengan Sayuti Melik dan mendirikan Koran Pesat di Semarang, meski pernah dibredel Pemerintah Jepang.

Saat pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pertama kali oleh Soekarno, SK Trimurti termasuk petugas pengibar bendera bersama Latief dan Suhud. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved