Modal Kayu Bekas, Tiga Pemuda di Majene Usaha Warkop di Tengah Pendemi
Mereka menjual kopi, thai tea, green tea, minuman jeruk panas/dingin, teh hangat/dingin, dan lain lain.
Penulis: Nasiha | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Alternatif-Coffee-Majene.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Tiga pemuda di Majene patungan merintis warung kopi.
Mereka adalah Parman Faisal (27), Ilmabahri Widyananda Mansyur (27) dan Iwan Julhari (26).
Mereka menamai warkopnya, Alternatif Coffee dengan tagline it's real coffee.
Lokasi warkop berada di Jl Wolter Monginsidi, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.
Hanya beberapa meter dari jalan poros Majene.
Terkendala modal, tidak membuat semangat berbisnis ketiga pemuda ini surut
Mereka memanfaatkan kayu bekas.
Kayu bekas disulap menjadi kursi dan meja.
Warkop ini menyediakan berbagai macam minuman.
Ada kopi, thai tea, green tea, minuman jeruk panas/dingin, teh hangat/dingin, dan lain lain.
Harga minumannya harga pandemi.
Mulai dari harga Rp 5 ribu sampai Rp 12 ribu. Juga tersedia wifi.
Cocok untuk kantong pelajar dan mahasiswa yang sedang belajar online.
Warkop ini juga tersedia buku-buku.
Pelanggan yang datang bisa menghabiskan kopinya sambil baca buku.