Program Penyediaan Air Minum & Sanitasi Berbasis Masyarakat Jangkau 62 Desa, 19 Kelurahan di Majene

Adapun yang dianggarkan seperti kegiatan air minum, kesehatan dan sanitasi minimal 10 persen dari total nilai Rencana Kerja Masyarakat (RKM).

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Wakil Bupati Majene, Arismunandar saat menghadiri pelatihan penguatan pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan untuk kegiatan air minum dan sanitasi tahun anggaran 2021 di Penginapan B'Nusa Bila Lembang, Majene, Senin (2/8/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Kabupaten Majene sudah menjangkau 126.680 jiwa yang tersebar di 62 desa dan 19 kelurahan di Kabupaten Majene.

Hal ini disampaikan oleh Koordinaror Kabupaten Pamsimas Majene Astrid Siahaja dalam pelatihan penguatan pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan untuk kegiatan air minum dan sanitas tahun anggaran 2021, Senin (2/8/2021) di B'Nusabila Lembang, Majene.

Astrid Siahaja menyampaikan, manfaat PAMSIMAS sudah dirasakan banyak masyarakat Majene

Olehnya itu, tiap pemerintahan desa penerima program PAMSIMAS wajib menganggarkan dalam APB Desa.

Adapun yang dianggarkan seperti kegiatan air minum, kesehatan dan sanitasi minimal 10 persen dari total nilai Rencana Kerja Masyarakat (RKM).

Baca juga: Profil Bachtiar, Founder Yayasan Sahabat Pemuda Prestasi Indonesia Putera Puteri Sulbar

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Kepada Ahli Waris, Nilainya Rp 42 Juta

Wakil Bupati Majene, Arismunandar saat menghadiri pelatihan penguatan pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan untuk kegiatan air minum dan sanitasi tahun anggaran 2021 di Penginapan B'Nusa Bila Lembang, Majene, Senin (2/8/2021).
Wakil Bupati Majene, Arismunandar saat menghadiri pelatihan penguatan pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan untuk kegiatan air minum dan sanitasi tahun anggaran 2021 di Penginapan B'Nusa Bila Lembang, Majene, Senin (2/8/2021). (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Pelatihan ini diikuti empat kecamatan yaitu Banggae, Banggae Timur Sendana dan Tubo Sendana.

Astrid melaporkan, tujuan pelatihan tersebut untuk membangun komitken agar tiap peserta tetap melanjutkan program PAMSIMAS di desanya.

Juga, menyusun rencana kerja tindak lanjut pemerintah desa dan kecamatan untuk kegiatan air minum dan sanitasi.

"Harapan kami akan tersusun rencana tindak lanjut mulai dari pemerintahan desa hingga kecamatan untuk mewujudkan kerjasama desa," beber Astrid Siahaja.

Wakil Bupati Majene Arismunandar saat membuka pelatihan mengatakan, untuk mempercepat realisasi akses air minum dan sanitasi bagi masyarakat, perlu strategi agar pemerintah desa berperan optimal

Dan bekerja lebih efektif.

Terlebih lagi Program Pamsimas III akan berakhir.

Ia menyampaikan, di sisa waktu program Pamsimas ini agar dimanfaatkan dengan baik.

"Kita tinggalkan buah kerja kita yang baik, bukan meninggalkan masalah sehingga akan menjadikan beban kepada Pemda asosiasi maupun KPSPAMS kita," ucapnya.

Ia juga berharap, Pemerintah Desa melanjutkan kegiatan tersebut dengan menggunakan platform Pamsimas dengan mengintegrasikan PJM ProAKSi dan RKM ke dalam RPJM Desa dan RKP Desa. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved