Jumat, 8 Mei 2026

Kalukku

Kalukku Mamuju, Kampung Sejuta Pohon Kelapa

Kalukku, dikenal sebagai salah satu daerah yang masyarakatnya mayoritas petani kelapa.

Tayang:
Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Kalukku Mamuju, Kampung Sejuta Pohon Kelapa
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Kebun kelapa di Sampoang, Kelurahan Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, merupakan daerah mempunyai sumber daya alam yang melimpah.

Dikutip dari Wikipedia, kecamatan ini terdiri dari tiga kelurahan dan 10 desa.

Tiga kelurahan itu, yakni Kelurahan Bebanga, Sinyonyoi dan Kalukku.

Adapun 10 desa, yakni Desa Pammulukang, Kalukku Barat, Beru-Beru, Kabuloang, Belang-Belang, Pokkang, Rea Guliling, Sondoang, Uhaimate dan Keang.

Baca juga: BPBD Kabupaten Mamuju Miliki Alat Deteksi Kekuatan Gempa dan Tsunami

Baca juga: HMI Manakarra Minta Polresta Mamuju Tegas dan Jangan Tebang Pilih

Kecamatan Kalukku memiliki luas wilayah 452,65 km⊃2; dengan populasi di tahun 2020 berjumlah 63.425 jiwa, dan kepadatan 140,12 jiwa/km⊃2;.

Ibukota kecamatan terletak di Kelurahan Kalukku. Jaraknya sekitar 40 kilometer dari Kota Mamuju, ke arah utara.

Kalukku, dikenal sebagai salah satu daerah yang masyarakatnya mayoritas petani kelapa.

Tak herang, jika daerah ini kerap digelari kampung sejuta pohon kelapa.

Saat memasuki daerah Kalukku, kita akan banyak menjumpai pohon kelapa di sepanjang jalan.

Hampir seluruh pelosok kampung ini, bahkan di samping rumah warga terdapat banyak pohon kelapa.

Salah satunya adalah kampung Sampoang, Kelurahan Sinyonyoi Selatan, juga banyak petani kelapa.

Pemilik kebun kelapa M. Amin (60), mengatakan kelapa menjadi salah satu komoditi atau tanaman jangka panjang warga Kalukku.

Kebun kelapa di Kampung Sampoang
Kebun kelapa di Kampung Sampoang, Kelurahan Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

"Rata-rata masyarakat di sini memilih tanam kelapa karena setiap saat bisa dipanen, dan ini tanaman jangka panjang", ucap Amin, saat ditemui Tribun-Sulbar.com, Sabtu, (31/7/2021).

Rata-rata petani kelapa di daerah Kalukku, saat panen buah dijadikan kopra atau minyak.

"Kalau petani kelapa disini itu, kelapannya dijadikan kopra atu minyak, dikasi begitu karena jumlah buah kelapa banyak kadang biasa 2.000 ribu buah, jadi kita langsung bela dan dijemur sampai kering," ujar Amin.

"Setelah kering baru kita masukkan ke dalam karung berukuran besar dan dijual," sambungnya.

Selain bernilai ekonomi tinggi, kelapa memiliki banyak manfaat dan kegunaan.

Buah kelapa digunakan sebagai minum, sari/santan, minyak dan daging buah mudanya yang lezat saat dikonsumsi

Airnya juga bisa membuat lebih segar dan mengobati segala macam penyakit.

Daging buahnya memiliki komposisi gizi yang cukup baik, yaitu mengandung asam lemak dan asam amino esensial yang sangat dibutuhkan tubuh.

Hampir semua yang ada di kelapa itu memiliki kegunaannya masing-masing.

Mulai dari batang, digunakan sebagai bahan utama membangun rumah.

Lalu, daun kelapa dapat digunakan membuat ketupat dan tulang daun (lidi) bisa dibuat sapu.

Dari tempurung kelapa, dijadikan arang untuk kebutuhan alat dapur rumah tangga, juga bernilai ekonomi tinggi.

Sabut kelapa juga berguna untuk dijadikan kayu bakar oleh masyarakat. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Abd Rahman

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved