Gempa Mamasa
12 Jam Pascagempa, Warga Desa Buntubuda Mamasa Dirikan Tenda di Halaman Rumah
Warga Mamasa masih trauma, pasca gempa 6,3 magnitudo yang pernah menimpa Sulbar pada 15 Januari 2021 lalu
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Warga-di-Mamasa-sedang-mendirikan-tenda-pascagempa.jpg)
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2.95 LS dan 119.37 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 Km Tenggara Mamasa. (*)
Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa berkekuatan Magnitudo 5.3 SR kembali mengguncang Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis (22/7/2021) sekira pukul 01.44 Wita dini hari.
Titik gempa berada di 2.96 Lintang Selatan (LS), 119.43 Bujur Timur (BT) atau 12 kilometer sebelah tenggara. Kedalaman 10 Km.
Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tidak berpotensi tsunami.
Adapun jenis dan mekanisme gempa bumi ini masuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar saddang, yang berdekatan dengan pusat episenter.
Berdasarkan laporan masyarakat, gempabumi ini dirasakan III MMI *(Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang)*di Mamasa, Majene, Mamuju dan Kaluku, dirasakan II-III MMI di Majeng.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.
"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," demikian isi pernyataan yang dirilis oleh BMKG Wilayah IV Makassar.
"Hindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," tambah pihak BMKG. (*)