TPA Paku Polman
Polemik TPA Paku, Dosen Pemerintahan Unsulbar: Pengolahan Sampah Harus Lebih Modern
Muhammad menyebut pemerintah harusnya punya beberapa alternatif solusi dalam mengatasi persoalan sampah.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dosen-Politik-dan-Pemerintah-Universitas-Sulawesi-Barat-Unsulbar-Muhammad.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,POLMAN - Persoalan sampah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) tak kunjung selesai.
Tumpukan sampah masih nampak disejumlah titik wilayah Polewali Mandar.
Seperti Jl Padi Unggul Pasar Wonomulyo.
Sudah satu pekan lebih sampah di area itu dibiarkan menumpuk.
Hingga meluber ke jalan karena TPA Paku Kecamatan Binuang belum dibuka.
Menurut Dosen Politik dan Pemerintah Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Muhammad, pemerintah harusnya punya beberapa alternatif solusi dalam mengatasi persoalan sampah.
"Alternatif tersebut perlu dibuka dialog dan penting dilakukan edukasi dengan perwakilan perwakilan masyarakat untuk meyakinkan masyarakat akan dampak negatif penempatan TPA bisa sedemikian rupa ditekan,"kata Muhammad kepada tribun-timur.com, Kamis 10 Juni 2021.
Pemerintah daerah juga tidak boleh hanya bergantung pada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.
Mengurangi sampah dari rumah tangga dengan memilahnya untuk dimanfaatkan.
Efektif menjadi solusi masalah sampah daripada terus mengandalkan TPA.
"Pemerintah harus menginisiasi pengelolaan sampah yang lebih modern dengan tidak bergantung pada TPA, " tuturnya.
Muhammad mengatakan pengurangan sampah dari rumah tangga harus melibatkan semua pihak.
Mulai dari skala kecil hingga desa atau kelurahan.
"Bisa diininisiasi agar desa dan kelurahan bisa terlibat bukan cuma jadi tanggung jawab pemkab saja,"paparnya.
Sebelumnya Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar memutuskan akan menutup TPA di Desa Paku, Kecamatan Binuang pada Desember 2021 mendatang.