Breaking News:

Korupsi Sewa Alat Berat, Mantan Kadis DKP Pasangkayu Divonis 5 Tahun Penjara & Denda Rp 200 Juta

Ir Abbas divonis 5 tahun penjara denda 200 juta subsider 6 bulan penjara. Umar dan Saddam Maulana Arief masing–masing divonis 4 tahun penjara.

Ist/TribunSulbar.com
Mantan Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Pasangkayu, Ir Abbad dan dua rekannya Umar dan Saddam Maulana Arief 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) vonis hukuman penjara kepada tiga terdakwa korupsi sewa alat berat tahun 2017-2018 di Kabupaten Pasangkayu.

Ketiga terdakwa yakni mantan Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Pasangkayu, Ir Abbad dan dua rekannya Umar dan Saddam Maulana Arief.

Sidang pembacaan amar putusan digelar secara online. Tiga terdakwa mengikuti sidang dari Kantor Kejari Pasangkayu, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: Rumah Daenmangapa dan Gedung PAUD di Mamasa Hangus Terbakar

Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Pasangkayu, Ir Abbad dan dua rekannya Umar dan Saddam Maulana Arief
Mantan Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Pasangkayu, Ir Abbad dan dua rekannya Umar dan Saddam Maulana Arief (Ist/TribunSulbar.com)

Majelis hakim menvonis secara berbeda tiga terdakwa, Ir Abbas divonis 5 tahun penjara denda 200 juta subsider 6 bulan penjara.

Sedangkan terdakwa Umar dan Saddam Maulana Arief masing–masing divonis 4 tahun penjara denda 200 juta.

Dalam pembacaan amar putusan oleh majelis hakim Tipikor PN Mamuju dipimpin langsung Ketua Majelis Hakim Tipikor, Nurlely dan dua hakim anggota Irawan Ismail dan Yudikasi Waruwu.

Disebutkan, ketiganya divonis bersalah karena melanggar pasal 2 ayat 1 undang – undang nomor 31 tahun 1999 tindak pidana korupsi (Tipikor ).

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap tiga terdakwa Ir. Abbas MM bin Hi. Husein 5 tahun kurungan penjara denda 200 juta, sedangkan terdakwa Umar dengan Saddam Maulana Arief, ST. masing – masing 4 tahun denda 200 juta, dan potong masa tahanan,"kata Hakim Tipikor PN Mamuju, Nurlely.

Baca juga: Sebelum Gantung Diri, Amiruddin: Turunmiki Dulu Nak, Saya Mau Marahi Mamamu

Baca juga: Penyebab Amiruddin Warga Banggae Majene Gantung Diri hingga Tewas

Jaksa penuntut umum (JPU), Hendryko Prabowo masih menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim pengadilan Tipikor Mamuju.

"Sesuai dengan waktu yang diberikan majelis hakim kami masih pikir,"ucapnya.

Sebelumnya, tiga terdakwa tersebut dituntut berbeda, diantaranya untuk terdakwa mantan Kadis DKP Pasangkayu, Ir Abbas MM bin Hi. Huseng dituntut 8 tahun 6 bulan penjara.

Terdakwa Umar dituntut 5 tahun sedangkan terdakwa Saddam Maulana Arief, ST juga dituntut 5 tahun penjara.

"Masih ada waktu yang diberikan oleh majelis hakim, apakah kami akan melakukan upaya hukum atau tidak. Untuk sementara kami masih pikir – pikir dulu ya," tutur Kasi Pidsus Kejari Pasangkayu, Hedryko Prabowo di PN Mamuju.

Baca juga: Amiruddin Warga Majene Minta Anaknya Lakukan Ini Sebelum Gantung Diri

Baca juga: Promo Kalla Toyota di Sulawesi Barat Hingga Juli,  Angsuran Rp2 Jutaan, Oli Gratis Hingga e-Money

Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Pasangkayu, Ir Abbad dan dua rekannya Umar dan Saddam Maulana Arief
Mantan Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Pasangkayu, Ir Abbad dan dua rekannya Umar dan Saddam Maulana Arief (Ist/TribunSulbar.com)

Perbuatan tiga terdakwa merugikan keuangan negara sekitar kurang lebih Rp 7,6 Miliar, berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara ( PKN) oleh BPKP Provinsi Sulbar.

Dalam dakwaannya disebutkan perkara sewa alat berat (ekskavator) pada Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP) Kabupaten Pasangkayu, sewa alat berat tidak seluruhnya masuk ke kas daerah (Kasda).(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved