TOPIK
Angin Kencang
-
Selain merusak gazebo, gelombang besar juga mengancam keberadaan tanggul penahan pantai.
-
Angin kencang terjadi selama beberapa pekan terakhir membuat warga harus selalu waspada.
-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polewali Mandar (Polman) telah mendatangi rumah ini.
-
Atap dan plafon rumah warga Bernama Gusman terangkat, hingga mengakibatkan sejumlah area atap rumah itu menjadi bolong.
-
Angin kencang itu disertai hujan deras berlangsung selama dua hari melanda beberapa wilayah kecamatan.
-
Rumah milik Mama Komang itu mengalami kerusakan parah bagian atap dan dinding.
-
Kendaraan roda dua masih bisa melintas, tetapi kendaraan roda empat terpaksa mencari jalur alternatif.
-
Nampak pula para petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju membantu evakuasi pohon tersebut dengan memotoong batang pohon.
-
Ia tak menapik, data jumlah kepala keluarga (KK) dan jumlah jiwa sebelumnya sebab Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih dalam proses pengumpulan data.
-
BPBD Polman mengungkapkan saat ini sedang terjadi peralihan masuk musim angin timur.
-
Tetangga pemilik rumah, Wawan mengatakan, saat peristiwa tersebut terjadi hujan turun sangat deras dan disertai angin kencang.
-
Angin kencang yang melanda wilayah Polman terjadi sejak Rabu (13/9/2023) kemarin.
-
Angin kencang terjadi pada Selasa (3/1/2023) kemarin malam yang merusak puluhan rumah di Balanipa Polman.
-
Titik lokasi paling terdampak angin kencang berada di tiga desa dan satu kelurahan, empat kecamatan di Kabupaten Mamuju.
-
Sebelumnya19 Kepala Keluarga (KK), kini bertambah jadi 25 KK dan tiga fasilitas umum terdampak angin kencang di Mamuju Tengah.
-
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun atap warga Majene jebol dan rangka rumah patah akibat ditimpa batang kelapa.
-
Kepala BPBD Polman, Andi Afandi mengatakan saat ini tim pendata rumah rusak masih bekerja di lapangan.
-
Atap rumah yang terbuat dari seng, terlepas serta dinding rumah, banyak yang roboh, tiang penyanggah patah.
-
Belasan rumah warga yang rusak tersebut berada di lokasi atau kelurahan yang berbeda di Polewali Kabupaten Polman.
-
Sebelumnya BMKG Majene telah memberi peringatan dini cuaca ekstrem di beberapa wilayah Sulbar, tentang waspada angin kencang.
-
"Kecepatan angin mencapai sekitar 35km/jam dengan ch 0.2mm," kata Prakirawan BMKG Majene
Perdinand Hutabarat kepada Tribun.
-
Di konfirmasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju Tengah mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan korban.
-
Warga yang hadir awalnya duduk santai di kursi, panik lalu berdiri dan berhamburan mengamankan diri.
-
Pemilik rumah atas nama Lemang memilih untuk menghancurkan dinding tembok atau batu-bata menghindari reruntuhan.
-
"Bahkan tenda lapak jualan hampir roboh akibat Angin Kencang itu," terang Ahmad kepada Tribun-Sulbar.com.
-
Salah satu Warga setempat Rosdiana mengatakan, kejadian angin kencang terjadi sekitar pukul 07 : 00 Wita.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved