TOPIK
Nelayan Majene Hilang
-
Nelayan atas nama Hammaa Ali (44) merupakan warga Desa Lalattedzong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
-
Nelayan atas nama Hammaa Ali (44) merupakan warga Desa Lalattedzong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
-
Lebih lanjut ia mengatakan kapal yang ditumpangi tiga nelayan itu, telah ditemukan sekitar 17 Mil laut atau 31, 5 kilometer dari Pulau Ambo.
-
Ia menyebutkan sampai saat ini Basarnas masih melakukan pencarian, dan akan menargetkan pencarian hingga tujuh hari.
-
Kepala Unit Siaga Sar Mejene Agustang mengatakan, pihaknya sudah merupaya keras mencari nelayan hilang tersebut.
-
Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya melakukan dua cara pencarian, yang pertama menggunakan perahu nelayan yang kedua menggunakan perahu karet.
-
Ramli juga menambahkan biasanya para nelayan di kampung itu tidak pernah melaut sampai 8 hari.
-
Nelayan bernama Hasanuddin, Muhammad Haerul dan Rustam dilaporkan hilang pada Selasa (4/6/2024).
-
Sementara itu diketahui pihak Pos Basarnas Majene sudah melakukan pencarian nelayan hilang tersebut.
-
Saleh sebelumnya meninggalkan rumah pada Minggu (27/8/2023) pada pukul 17.00 wita, untuk pergi menangkap cumi-cumi.
-
Saat ini tim PSC 119 sudah berada di lokasi untuk melakukan persiapan pencarian terhadap nelayan tersebut.
-
Berdasarkan Bahan keterangan (Baket) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene, mereka menerima laporan kejaidan nelayan hilang sekitar p
-
Beruntung, Bakri ditemukan dalam kondisi selamat dan kini telah kembali ke rumahnya di Lingkungan Cilallang, Majene.
-
Beruntung, sekitar pukul 02.00 Wita dini hari, Bakri berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di sebuah rompong di tengah laut
-
Ketua Public Safety Center (PSC) Kabupaten Majene, Aslan, mengatakan nelayan atas nama Bakri (43) ditemukan sekitar pukul 01.30 wita dini hari.
-
Asmar mengatakan untuk proses pencarian kemungkinan baru akan dimulai pada Rabu besok.
-
Kronologis hilangnya Bakri berawal saat melaut dini hari dan sekitar pukul 14:00 Wita belum kembali.
-
Sebelumnya, Ahmad dilaporkan hilang oleh Kepala Lingkungan Rangas Barat, Muhammad Adi, pukul 22.45 Wita.
-
Nelayan Majene hilang atas nama Ahmad (32) pada Rabu 2 Maret 2022, pukul 22.00 Wita,
-
Penuturan Kasatpol Airud Majene, AKP Sapruddin mengatakan, Borahing saat itu pergi tidak sendirian.
-
Nelayan ini hilang saat hendak mencari ikan di laut Desa Bababulo, Selasa (22/2/2022), sekitar pukul 18.30 Wita.
-
Tim SAR terdiri dari Basarnas Mamuju, Polairud Polres Majene dan relawan terjun langsung menyisir daerah perairan sekitar.
-
Sebelumnya nelayan bernama, Borahing dilaporkan hilang saat melaut menggunakan perahu kecil, atau biasa disebut lepa-lepa.
-
"Kalau dilihat dari identitasnya bukan asli Majene dan mungkin istrinya orang Bababulo," tambah Wahyuddin.
-
Kronologis hilangnya Borahing berawal sekitar pukul 18.30 Wita, korban melaut menggunakan perahu kecil, atau biasa disebut lepa-lepa.
-
"Recana besok pagi tim SAR memulai pencarian ke arah barat dan selatan Desa Tubo," ujar Musli kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (5/9/2021) malam.
-
Dikatakan, proses pencarian terkendala cuaca buruk. "Masih hujan dan angin kencang di sini (Tubo)," ucapnya.
-
Nelayan itu diperkirakan menuju ke arah barat laut dengan jarak 14 mill laut dari Pantai Tubo.
-
Selama enam hari, mereka terapung di laut bersama perahu milik Mahzar Dhat Has.
-
Kepada Tribun-Sulbar.com, Mahzar Dhat Has bercerita cara bertahan hidup selama enam hari terombang-ambing di lautan.