Banjir Pasangkayu
Drainase Tersumbat, 10 Rumah di Dusun Labuan Pasangkayu Terendam Banjir Selama Dua Hari
Zumrah menilai banjir yang kerap terjadi disebabkan saluran drainase yang sudah tidak lagi berfungsi dengan baik.
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/fgwergwq.jpg)
Ringkasan Berita:
- Hujan deras sejak Minggu (11/1/2026) menyebabkan 10 rumah di Dusun Labuan, Pasangkayu terendam banjir, dengan ketinggian air hingga betis orang dewasa.
- Air masuk hingga kamar dan dapur, membuat warga terpaksa bertahan di rumah sambil membersihkan perabotan dan menunggu air surut.
- Warga menilai banjir akibat drainase tersumbat, dan berharap pemerintah segera memperbaiki serta menormalisasi saluran air agar banjir tidak terulang.
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Warga Dusun Labuan, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, mengeluhkan banjir yang merendam permukiman mereka selama dua hari berturut-turut.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Senin (12/1/2026), banjir yang terjadi sejak Minggu (11/1/2026) akibat hujan deras masih menggenangi sejumlah rumah warga, termasuk rumah para pedagang di kawasan tersebut.
Sedikitnya terdapat 10 rumah yang hingga kini masih terendam banjir.
Baca juga: Polemik Upah Tukang Rp 31 Juta Rehab Rujab Ketua DPRD Sulbar, PUPR Sebut Itu Urusan Kontraktor
Baca juga: Satpol PP Polman Ditugaskan Jaga Titik Pembuangan Sampah, Pantau Warga Buang Sampah Sembarangan
Air tampak menggenang mulai dari halaman depan hingga ke bagian belakang rumah warga.
Ketinggian air bervariasi, namun di sejumlah titik mencapai betis orang dewasa.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu dan sebagian terpaksa bertahan di dalam rumah sambil menunggu air surut.
Sejumlah warga terlihat masih membersihkan sisa-sisa air yang masuk ke dalam rumah.
Mereka mengeringkan karpet, perabotan rumah tangga, serta barang-barang lainnya yang sempat terendam dan masih dalam kondisi basah.
Zumrah, salah satu warga yang ditemui di lokasi, mengatakan banjir kali ini bukan hanya menggenangi teras rumah, tetapi juga masuk hingga ke dalam kamar dan dapur.
“Banjir kemarin bukan hanya di teras, tapi sampai masuk ke dalam kamar dan dapur, tingginya sampai mata kaki,” kata Zumrah.
Ia menambahkan, air banjir bertahan di dalam rumah selama satu hari satu malam.
Sementara genangan di halaman rumah warga dapat bertahan hingga dua hari, terutama saat hujan masih terus mengguyur wilayah tersebut.
“Kalau di halaman kadang sampai dua hari, apalagi kalau hujan terus,” ujarnya.
Zumrah menilai banjir yang kerap terjadi disebabkan saluran drainase yang sudah tidak lagi berfungsi dengan baik.
| SDN Marambeau Pasangkayu Terendam Banjir Lima Hari, Aktivitas Belajar Terganggu |
|
|---|
| Pemkab Pasangkayu Kolaborasi dengan Perusahaan Bersihkan Drainase Rawan Banjir |
|
|---|
| Luapan Anak Sungai Rendam Puskesmas Bambaira Pasangkayu, Layanan Kesehatan Sempat Terganggu |
|
|---|
| Pakai Perahu, BPBD Pasangkayu Antar Bantuan ke Rumah Warga Terdampak Banjir |
|
|---|
| Longsor Ujuna Baru Diduga Akibat Alih Fungsi Lahan, Kades Pangiang Minta Perhatian Pemprov |
|
|---|