Polman
Disdag Polman : Pengecer Ambil Pasokan LPG dari Luar Daerah,Harga Rp40 Ribu Bikin Warga Menjerit
Ia menjelaskan kenaikan harga terjadi karena pengecer mendapatkan pasokan dari luar daerah secara tidak resmi.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Harga-tabung-gas-LPG-3-Kg-di-tangan-pengecer-tembus-Rp40-ribu-per-tabung-di-Polman.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga LPG 3 Kg di Polman melonjak hingga Rp40 ribu akibat kelangkaan dan tingginya permintaan jelang Lebaran.
- Pengecer menjual di atas HET karena memperoleh pasokan mahal dari luar daerah.
- Dinas Perdagangan hanya memberi teguran dan akan melaporkan temuan untuk langkah lanjutan.
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mulai menjerit akibat harga tabung gas LPG 3 kilogram yang melonjak hingga Rp40 ribu per tabung di tingkat pengecer, Selasa (17/3/2026).
Kenaikan harga ini dipicu tingginya permintaan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, di tengah kondisi pasokan yang mulai langka di sejumlah pangkalan.
Pantauan di Lingkungan Koppe, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, menunjukkan harga LPG 3 Kg di pengecer jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp18.500 per tabung.
Baca juga: Selama Libur Lebaran 2026, Layanan Poliklinik RSUD Hajja Andi Depu Polman Tetap Buka
Baca juga: Dua Ribu Lebih Pemudik Tinggalkan Mamuju via Terminal Simbuang Jelang Idul Fitri 1447 H
Para pengecer mengaku memperoleh tabung dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu, sehingga menjual kembali seharga Rp40 ribu untuk mengambil keuntungan.
“Karena kami dapatnya Rp35 ribu, jadi dijual Rp40 ribu supaya ada untung,” ujar salah satu pengecer saat ditemui petugas Dinas Perdagangan Polman.
Meski harga melonjak, warga tetap membeli tabung gas untuk kebutuhan memasak jelang Lebaran.
Sementara itu, Dinas Perdagangan Polman bersama tim ekonomi hanya memberikan teguran kepada pengecer yang menjual di atas HET.
Kepala Bidang Perdagangan, Fatriasmal, mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menemukan harga di tingkat pengecer mencapai Rp40 ribu.
Ia menjelaskan kenaikan harga terjadi karena pengecer mendapatkan pasokan dari luar daerah secara tidak resmi.
“Sebenarnya pangkalan resmi masih menjual sesuai HET, tetapi stok mulai menipis dan yang banyak beredar justru di pengecer,” ujarnya.
Fatriasmal juga mengungkapkan di pangkalan resmi hanya ditemukan tabung kosong, sementara di pengecer terdapat puluhan tabung yang seharusnya tidak diperbolehkan.
Hasil temuan tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya.(*)
| Sering BAB Sembarang Tempat Polisi dan Petugas Puskesmas Amankan ODGJ di Mapilli Polman |
|
|---|
| 2 Rumah Ludes Terbakar di Matakali Polman, Uang Tunai Rp67 Juta Ikut Hangus |
|
|---|
| Sungai di Kelurahan Darma Polman Dikeruk Sepanjang 300 Meter untuk Atasi Banjir |
|
|---|
| Produsen Kerupuk di Polman Terpaksa Rumahkan Karyawan Imbas Lonjakan Harga Minyak dan Plastik |
|
|---|
| Jembatan Pussepang Polman Amblas, Warga Desa Jambu Malea Gotong Royong Bangun Jalur Darurat |
|
|---|