Anak Diserang Anjing
Tim Puskeswan Periksa Anjing Liar Serang Dua Bocah di Banua Baru Polman, Diduga Rabies
Setelah dibedah, kepala anjing dimasukkan ke dalam box styrofoam yang telah diberi es balok sebagai pendingin.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Tim-UPTD-Puskeswan-Mapilli-selidiki-penyebab-6-ekor-anjing-liar-serang-2-bocah.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kepala anjing liar yang ditembak warga akan diuji di Balai Besar Veteriner Maros untuk mendeteksi kemungkinan rabies.
- Dua bocah korban gigitan anjing liar masih menjalani perawatan intensif di RSUD Hj Andi Depu, Polman.
- Pencarian lima ekor anjing liar lainnya terus dilakukan untuk mencegah terjadinya korban tambahan.
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Tim UPTD Puskeswan Mapilli menyelidiki penyebab enam ekor anjing liar menyerang dua bocah di Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (21/2/2026).
Dua bocah korban serangan anjing liar ini bernama Padli (9) dan Alif (7), keduanya menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Satu anjing berhasil dibunuh warga, dan kepalanya diambil untuk pengujian di laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros.
Baca juga: 1 Anjing Liar Ditembak Usai Serang 2 Bocah Kakak Adik di Banua Baru Polman
Tim UPTD Puskeswan Mapilli langsung membedah kepala anjing liar yang mati ditembak warga.
Setelah dibedah, kepala anjing dimasukkan ke dalam box styrofoam yang telah diberi es balok sebagai pendingin.
Pengujian untuk Mendeteksi Rabies
"Sampel kepala anjing nanti akan diuji laboratorium di Balai Besar Veteriner Maros," kata Kepala UPTD Puskeswan Mapilli, drh. Isnaniah Bagenda.
Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah gigitan anjing tersebut disebabkan oleh infeksi virus rabies atau bukan.
Isnaniah mengaku belum mengetahui jenis anjing liar yang menyerang kedua korban.
Ia menduga anjing liar mendekati pemukiman warga karena mencari makan.
"Kalau lihat anjingnya mungkin bukan jenis lokal, ada mix, campuran begitu," ungkapnya.
Ia menambahkan kemungkinan habitat anjing liar terganggu sehingga mereka masuk ke pemukiman.
Namun, Isnaniah belum bisa memastikan alasan kawanan anjing itu tiba-tiba menyerang kedua bocah.
Berdasarkan informasi warga, sepertinya tidak ada provokasi saat gigitan terjadi.
"Tapi itu perlu dikonfirmasi kembali, apa betul tidak ada provokasi kepada kawanan anjing liar, kenapa secara agresif menyerang," katanya.