Damkar Polman
Damkar Polman Lepas Cincin dari Jari Nenek 52 Tahun di Wonomulyo
Cincin tersebut tak bisa dilepas hingga membuat Nurhayati menderita, jari manisnya pun membengkak.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Petugas-Damkar-Polman-saat-evakuasi-cincin-dari-jari-Nurhayati-sebabkan-bengkak.jpg)
Ringkasan Berita:
- Petugas Damkar Polman berhasil melepaskan cincin yang membengkak di jari Nurhayati (52).
- Proses evakuasi dilakukan malam hari selama sekitar 25 menit tanpa bius.
- Nurhayati langsung mendapat penanganan medis usai cincin dilepas.
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Nurhayati (52), warga Jl Kesadaran, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), akhirnya dapat bernapas lega, Selasa (10/2/2026).
Cincin yang melingkar di jari manisnya berhasil dilepas berkat pertolongan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Polman.
Cincin tersebut tak bisa dilepas hingga membuat Nurhayati menderita, jari manisnya pun membengkak.
Baca juga: Damkar Polman Bantu Warga Lepas Cincin Penyebab Bengkak, Sempat ke Rumah Sakit
Baca juga: Damkar Mateng Bantu Lepas Cincin Tersangkut di Jari Warga Tobadak, Korban Panik Tengah Malam
Bahkan cincin itu sudah lengket dengan kulit jari, membuat nenek Nurhayati kesakitan.
Evakuasi Berlangsung Selama 25 Menit
Petugas Damkar Polman harus ekstra hati-hati memotong cincin tersebut dengan mesin pemotong gerinda.
Sesekali petugas menyiram air ke jari nenek Nurhayati agar meredam panas dari mesin.
Nurhayati yang ditemani anaknya datang dari Wonomulyo ke Posko Damkar di Kecamatan Matakali pada malam hari.
"Karena sudah tidak tahan lagi rasa sakitnya, datang ke posko minta bantuan," kata Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, kepada wartawan.
Ia menyampaikan petugas menggunakan gerinda mesin pemotong kecil serta menyiramnya dengan air.
Sementara petugas lainnya memberikan penerangan dengan cahaya lampu karena proses evakuasi dilakukan pada malam hari.
Imran menyebut proses evakuasi berjalan lancar dan memakan waktu sekitar 25 menit.
Meski petugas tidak menggunakan alat bius, berkat pengalaman, kata Imran, cincin tersebut dapat terpotong dengan aman.
Tim Damkar mencari cara agar proses evakuasi tidak terasa sakit bagi pemakai cincin.
"Kami punya metode tersendiri, sudah banyak warga yang datang untuk melepas cincin," ungkapnya.
Nenek Nurhayati langsung mendapatkan pertolongan medis untuk mengatasi pembengkakan pada jarinya.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada petugas Damkar Polman karena telah memberikan bantuan. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli