Rabu, 27 Mei 2026

Polman

Rumah Warga di Mapilli Polman Ambruk Usai Diterjang Angin Kencang

Nurdin mengaku pulang kampung setelah mendapat kabar rumahnya ambruk akibat tiupan angin kencang.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Rumah  Warga di Mapilli Polman Ambruk Usai Diterjang Angin Kencang
Fahrun Ramli/Fahrun Ramli
ANGIN KENCANG POLMAN - : Rumah warga bernama Nurdin (54) rusak parah usai diterjang angin kencang di Kabupaten Polman, Sulbar, Jumat (6/2/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, penghuni rumah sigap menyelamatkan diri saat kejadian. 

Ringkasan Berita:
  • Rumah panggung milik Nurdin (54) di Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar, rusak parah dan roboh usai diterjang angin kencang pada Jumat (6/2/2026), namun tidak ada korban jiwa.
  • Nurdin yang selama lima tahun menetap di Kalimantan baru mengetahui kejadian tersebut dari kerabat dan langsung pulang kampung untuk melihat kondisi rumahnya 
  • Ia berharap adanya bantuan pemerintah setelah mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta dan menyayangkan laporan bencana 

 


TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Rumah warga bernama Nurdin (54) rusak parah usai diterjang angin kencang di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (6/2/2026).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, penghuni rumah sigap menyelamatkan diri saat kejadian.

Rumah panggung miliknya ini nampak roboh, enam tiang rumah nampak tumbang.

Baca juga: BREAKING NEWS: Fortuner Hitam Seruduk Warung Lamongan di Mamuju, 2 Orang Korban

Baca juga: Shio Monyet & Tikus Berjaya, Intip Bocoran Karier yang Moncer dan Kisah Asmara Hari Ini

Terjangan angin kencang itu terjadi di Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, membuat rumah semi permanen ini ambruk.

"Alhamdulillah tidak ada korban, saat kejadian angin kencang, yang huni sudah waspada," kata Nurdin kepada wartawan.

Disebutkan selama ini rumahnya itu ditempati orang lain untuk menumpang sementara.

Sebab, sudah lima tahun lamanya dia bersama keluarga menetap di Kalimantan dan baru kembali.

Nurdin mengaku pulang kampung setelah mendapat kabar rumahnya ambruk akibat tiupan angin kencang.

"Saya tahu dari teman-teman kemarin, langsung mereka kasih kabar, makanya saya langung pulang untuk lihat kondisinya," lanjutnya.

Dia mengaku kecewa, sebab bencana yang menimpa rumahnya tidak segera dilaporkan ke pemerintah setempat. 

Nurdin menyebut pemerintah baru turun melakukan peninjauan setelah dirinya melapor secara langsung.

Menurut pihak kecamatan kata Nurdin, tidak ada laporan dari desa, terkait dampak bencana angin kencang.

Nurdin berharap pemerintah memberikan bantuan agar rumahnya dapat diperbaiki.

Dia mengaku menelan kerugian sedikitnya Rp 15 juta, setelah menghitung kerusakan rumahnya.

"Semoga ada bantuan pemerintah supaya rumah ini bisa diperbaiki, supaya nanti kalau kita pulang kampung ada tempat tinggal," tutupnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved