PPPK Paruh Waktu
Warga Soroti Tiga Honorer Diduga Jarang Berkantor Diangkat Jadi PPPK PW di Mapilli Polman
Warga mengaku heran dan baru mengetahui keberadaan honorer yang disebut siluman itu setelah melihat mereka mengikuti proses pelantikan.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Warga-menyoroti-pengangkatan-3-tenaga-honorer-menjad-pppk-pw-tapi-jarang-berkantor.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga Mapilli menyoroti pengangkatan tiga honorer yang jarang terlihat berkantor menjadi PPPK Paruh Waktu.
- Warga menduga adanya manipulasi data dan meminta evaluasi serta pembatalan SK pengangkatan.
- Lurah Mapilli membantah tudingan tersebut dan menegaskan seluruh honorer telah memenuhi syarat dan aktif bekerja.
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Warga menyoroti pengangkatan tiga tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu (PW) di Kelurahan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (22/1/2026).
Pasalnya, ketiganya dianggap sebagai honorer ‘siluman’ lantaran terangkat meski dinilai tidak memenuhi persyaratan.
Bahkan, warga mengaku jarang melihat tiga honorer yang telah diangkat menjadi PPPK PW tersebut aktif berkantor.
Baca juga: Kisah Penjaga Sekolah di Polman Terangkat PPPK PW Setelah 20 Tahun Mengabdi, Naik Bentor Terima SK
Baca juga: Diduga Loloskan Honorer Siluman PPPK Paruh Waktu, Lurah Balanipa Polman Diperiksa Inspekorat
Warga mengaku heran dan baru mengetahui keberadaan honorer yang disebut siluman itu setelah melihat mereka mengikuti proses pelantikan.
Mereka menduga adanya keterlibatan orang dalam serta manipulasi data sehingga tiga honorer dimaksud dinyatakan memenuhi syarat.
"Ada tiga orang, kenapa bisa terangkat padahal selama ini tidak pernah terlihat masuk kerja," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan.
Ia bersama warga lainnya mengaku heran lantaran tiga honorer dimaksud tiba-tiba ikut pelantikan.
Padahal, selama ini warga tidak pernah melihat ketiganya masuk kerja.
Warga pun mendesak pihak terkait untuk melakukan evaluasi dan membatalkan surat keputusan (SK) pengangkatan tiga PPPK PW tersebut.
"Ini tidak boleh dibiarkan, harus betul-betul diperiksa berkas-berkas yang menjadi persyaratan. Harus dievaluasi dan dibatalkan pengangkatan mereka," lanjutnya.
Lurah Mapilli Bantah Honorer Siluman
Sementara itu, Lurah Mapilli, Awaluddin, membantah sorotan warga tersebut.
Menurutnya, seluruh tenaga honorer di Kelurahan Mapilli yang diangkat menjadi PPPK PW telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan.
Awaluddin menegaskan, honorer yang dianggap warga sebagai ‘siluman’ semuanya aktif berkantor.
Hanya saja, tidak banyak warga yang mengetahui bahwa mereka merupakan tenaga honorer di Kantor Kelurahan Mapilli.
| Bupati Mamuju Tengah Perbolehkan PPPK Paruh Waktu Ambil Pekerjaan Tambahan |
|
|---|
| Curhat Sawir, Nakes di Mamuju Tengah yang Mengabdi Sejak 2010 Kini Resah Pikirkan Nasib PPPK |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran, 42 Persen APBD Pasangkayu 2026 Terserap untuk Gaji 1.991 PNS dan PPPK |
|
|---|
| Nasib 50 Honorer Puskesmas Bambu Terombang-ambing, Kapus: Masih Menanti Regulasi Final BLUD |
|
|---|
| Usulan Ditolak Kemenpan RB, Ribuan Honorer di Mamuju Harus Gigit Jari, Sekda Klaim Punya Solusi |
|
|---|