Cuaca Buruk
Cuaca Buruk dan Gelombang 2,5 Meter, Puluhan Perahu Nelayan Terpakir Dibibir Pantai Lantora Polman
Sejumlah nelayan memilih tidak melaut karena cuaca ekstrim melanda wilayah perairan Polman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/NELKAYA.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Puluhan perahu nelayan di Lingkungan Kalawa, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terparkir di bibir pantai karena cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang.
Sejumlah nelayan memilih tidak melaut karena cuaca ekstrim melanda wilayah perairan Polman beberapa hari terakhir.
Bahkan nelayan lebih cepat pulang ke daratan karena khawatir dihantam gelombang tinggi.
Baca juga: Usai Didatangi Nelayan, Dirpolairud Polda Sulbar Usut Aduan Pungli Diduga Dilakukan Anggotanya
Baca juga: Gegara Pipa Rusak Aliran Air Bersih di Pasangkayu Berhari-hari Tak Mengalir, Warga Resah
Prediksi BMKG hari ini Selasa 13 Januari 2026 gelombang 2,5 meter terjadi di perairan Polman dan Mamuju.
Menurut nelayan Ibrahim, gelombang tinggi kerap muncul sore hingga malam hari dan telah berlangsung selama satu pekan terakhir.
Kondisi ini membahayakan keselamatan nelayan dan berpotensi merusak kapal penangkap ikan.
Para nelayan sempat melaut juga kekurangan hasil tangkap ikan mereka.
Kotak gabus penyimpanan ikan pun tidak terisi penuh, tangkapan mereka tidak seperti biasanya karena cuaca buruk.
“Kalau cuaca bagus, tempat penyimpanan ikan penuh. Tapi gelombang tinggi membuat tangkapan kami tidak maksimal, bahkan beberapa nelayan memilih tidak turun ke laut sama sekali,” ujar Ibrahim.
Para nelayan berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas melaut kembali normal dan tangkapan ikan meningkat.
Harga Ikan Mahal
Harga ikan di Kompleks Pasar Sentral Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mengalami kenaikan, Senin (12/1/2026).
Menurut pedagang pasar, kenaikan harga ikan ini sudah berlangsung selama satu pekan terakhir.
Sejak terjadinya cuaca buruk melanda wilayah perairan Polman membuat nelayan takut melaut.
Aktivis nelayan sempat berhenti melaut ini berdampak untuk stok ikan hingga harganya naik.
Pedagang, Rahmat menyampaikan jenis ikan alami kenaikan yakni ikan tongkol, tuna, dan ikan kakap.
| Cuaca Buruk, Nelayan Pasangkayu Batal Melaut, Awan Hitam dan Angin Kencang Selimuti Laut |
|
|---|
| Kalaksa BPBD Sulbar Tekankan Kesiapsiagaan TRC Hadapi Ancaman Cuaca Buruk |
|
|---|
| Gelombang Tinggi dan Angin Kencag, Nelayan Polman Parkir Perahu dan Alat Tangkap Ikan |
|
|---|
| BPBD Mamuju Tengah Imbau Nelayan Tak Melaut di Minggu Pertama Januari 2026 |
|
|---|
| Gelombang Tinggi dan Angin Kencang, Masyarakat Pasangkayu Diminta Tunda Aktivitas Laut |
|
|---|