Selasa, 12 Mei 2026

Kasus Perundungan

Viral Anak Kepsek SMKN Balanipa Polman Aniaya Teman Sekolah, Korban Dipukul dan Ditendang

Peristiwa itu diduga terjadi di lingkungan SMKN 2 Balanipa, Desa Tammangalle, Kecamatan Balanipa, Polman.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Viral Anak Kepsek SMKN Balanipa Polman Aniaya Teman Sekolah, Korban Dipukul dan Ditendang
tangkapan layar
PERUNDUNGAN - Viral video siswi perempuan nekat menganiaya temannya sendiri di lingkungan sekolah di Kabupaten Polman,Sulbar, Rabu (15/10/2025). Terjadi di SMKN Balanipa. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Sebuah video memperlihatkan aksi kekerasan antar siswi sekolah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, viral di media sosial, Rabu (15/10/2025).

Dalam video tersebut, terlihat seorang siswi menjadi korban perundungan oleh dua siswi lainnya.

Peristiwa itu diduga terjadi di lingkungan SMKN 2 Balanipa, Desa Tammangalle, Kecamatan Balanipa, Polman.

Video memperlihatkan korban duduk di depan dua siswi yang mengomelinya.

Baca juga: Polda Sulbar Tetapkan Satu Tersangka Kasus Penyelundupan 200 Karung Pupuk Subsidi

Baca juga: Viral Video Perundungan Siswi di SMKN Balanipa Polman, Pelaku Anak Kepsek

Salah satu pelaku, mengenakan seragam pramuka, kemudian memukul korban secara berulang kali, bahkan menendangnya tepat di bagian wajah.

Korban hanya menangis dan tidak memberikan perlawanan.

Mirisnya, sejumlah siswa lain yang ada di lokasi tidak berusaha melerai.

Korban akhirnya berdiri dan masuk ke dalam kelas, namun pelaku tetap mengejarnya.

Ia kembali dipukul hingga akhirnya dilerai oleh seorang siswa laki-laki.

Belakangan diketahui, korban dalam video tersebut bernama Zahira, sementara dua pelaku bernama Rani dan Suci.

Rani diketahui merupakan anak kandung dari Kepala Sekolah SMKN 2 Balanipa, Rasjuddin.

Menanggapi video yang viral tersebut, Rasjuddin selaku kepala sekolah sekaligus orang tua pelaku menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada korban dan keluarganya.

Ia mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Peristiwa itu terjadi saat sekolah masih sepi, sekitar pukul 06.46 pagi di hari Jumat.

Saya baru mengetahui kejadiannya pada sore hari setelah video beredar,” ungkap Rasjuddin kepada wartawan, Rabu (15/10/2025).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved