Rabu, 29 April 2026

Kasus Campak

13 Kasus Campak Ditemukan di Balanipa Polman

Koordinasi lintas sektor dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto 13 Kasus Campak Ditemukan di Balanipa Polman
HUMAS PEMPROV SULBAR
KASUS CAMPAK - Dinkes Sulbar kolaborasi Dinkes Polman untuk penanganan temuan kasus campak di Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dan pemerintah setempat bergerak cepat menangani kasus campak yang terdeteksi di wilayah kerja Puskesmas Pambusuang, Kecamatan Balanipa.

Sebanyak 13 kasus klinis campak ditemukan di Kecamatan Balanipa, berdasarkan hasil penelusuran lapangan.

Baca juga: Dinkes Sulbar Catat 832 Kasus DBD Hingga Agustus 2025, Polman Tertinggi, 2 Orang Meninggal

Langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan antara lain:

Penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap kontak erat penderita, seperti tetangga, teman sekolah, dan teman bermain.

Pengambilan spesimen dari kontak erat yang menunjukkan gejala.

Edukasi kesehatan kepada keluarga terkait tanda, gejala, dan penularan campak.

Koordinasi lintas sektor dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Koordinasi lintas program, khususnya dengan petugas imunisasi, untuk mengevaluasi status imunisasi anak-anak di wilayah terdampak.

Edukasi masyarakat melalui Posyandu tentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa penanganan cepat ini adalah bagian dari komitmen Pemprov Sulbar menjaga kesehatan masyarakat.

“Gerak cepat yang dilakukan tim kesehatan di Polman adalah wujud nyata implementasi visi Sulbar Maju dan Sejahtera yang dicanangkan oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dengan misi membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter melalui Quick Wins Sulbar Sehat,” kata dr. Nursyamsi, Kamis (25/9/2025).

Ia menambahkan, campak adalah penyakit yang sangat menular, namun bisa dicegah dengan imunisasi.

Oleh karena itu, cakupan imunisasi dasar lengkap harus terus ditingkatkan agar kejadian luar biasa (KLB) bisa dicegah di masa mendatang.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved