Kasus Campak
13 Kasus Campak Ditemukan di Balanipa Polman
Koordinasi lintas sektor dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk mencegah penularan lebih lanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dinkes-Sulbar-kolaborasi-Dinkes-Polman-untuk-penanganan-temuan-kasus-campak-di-Balanipa.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dan pemerintah setempat bergerak cepat menangani kasus campak yang terdeteksi di wilayah kerja Puskesmas Pambusuang, Kecamatan Balanipa.
Sebanyak 13 kasus klinis campak ditemukan di Kecamatan Balanipa, berdasarkan hasil penelusuran lapangan.
Baca juga: Dinkes Sulbar Catat 832 Kasus DBD Hingga Agustus 2025, Polman Tertinggi, 2 Orang Meninggal
Langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan antara lain:
Penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap kontak erat penderita, seperti tetangga, teman sekolah, dan teman bermain.
Pengambilan spesimen dari kontak erat yang menunjukkan gejala.
Edukasi kesehatan kepada keluarga terkait tanda, gejala, dan penularan campak.
Koordinasi lintas sektor dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk mencegah penularan lebih lanjut.
Koordinasi lintas program, khususnya dengan petugas imunisasi, untuk mengevaluasi status imunisasi anak-anak di wilayah terdampak.
Edukasi masyarakat melalui Posyandu tentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa penanganan cepat ini adalah bagian dari komitmen Pemprov Sulbar menjaga kesehatan masyarakat.
“Gerak cepat yang dilakukan tim kesehatan di Polman adalah wujud nyata implementasi visi Sulbar Maju dan Sejahtera yang dicanangkan oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dengan misi membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter melalui Quick Wins Sulbar Sehat,” kata dr. Nursyamsi, Kamis (25/9/2025).
Ia menambahkan, campak adalah penyakit yang sangat menular, namun bisa dicegah dengan imunisasi.
Oleh karena itu, cakupan imunisasi dasar lengkap harus terus ditingkatkan agar kejadian luar biasa (KLB) bisa dicegah di masa mendatang.(*)
| Segera Daftar, Pegadaian Buka Lowongan Kerja April 2026, Simak Jadwal dan Cara Daftarnya |
|
|---|
| 43 Pecatur Adu Strategi di Kejuaraan Catur Gajah Putih Tapalang Mamuju |
|
|---|
| SOSOK Budi Hartawan Panjaitan Kajati Sulbar Gantikan Sukarman Pernah Tugas di Maluku Utara |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kasus Perumda Majene Belum Tuntas Kajati Sulbar Berganti Sukarman Ditarik ke Pusat |
|
|---|
| Layanan ASN Pemprov Sulbar Diblokir Ombudsman Sebut Langkah BKN Sesuai Prosedur |
|
|---|