Sabtu, 30 Mei 2026

Harga TBS Naik

Harga TBS di Pasangkayu Mulai Merangkak Naik, Sudah Rp1.850 per Kilogram

Salah satunya berada di Desa Tampaure, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu. Di lokasi tersebut, harga TBS

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Harga TBS di Pasangkayu Mulai Merangkak Naik, Sudah Rp1.850 per Kilogram
Tribun-Sulbar.com/Taufan
KELUHAN SOPIR - Truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terparkir di salah satu timbangan pengepul di Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Senin (25/5/2026). Sopir sawit mengeluhkan antrean panjang di pabrik kelapa sawit hingga mencapai tiga hari tiga malam yang menyebabkan buah membusuk, timbangan menyusut, dan kerugian bagi sopir maupun petani. 

Ringkasan Berita:
  • Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Pasangkayu mengalami kenaikan signifikan setelah sebelumnya sempat turun hingga sekitar Rp900 per kilogram.
  • Di beberapa titik, harga TBS kini tembus di atas Rp1.600 per kilogram, bahkan di Desa Tampaure mencapai Rp1.850 per kilogram.
  • Kenaikan harga dipicu oleh membaiknya harga di tingkat pabrik dan disambut positif petani karena meningkatkan pendapatan mereka.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu mulai menunjukkan tren kenaikan setelah sebelumnya sempat anjlok hingga menyentuh kisaran Rp900 per kilogram.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Sabtu (30/5/2026), sejumlah timbangan pengepul sawit di berbagai wilayah Kabupaten Pasangkayu mulai memasang papan informasi harga baru dengan angka yang jauh lebih tinggi dibanding beberapa pekan tera.khir.

Di beberapa lokasi, harga TBS telah berada di atas Rp1.600 per kilogram. Bahkan, ada timbangan yang membeli buah sawit petani dengan harga lebih tinggi.

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 30 Mei 2026,Hari Berat untuk Pisces dan Aries, Kendalikan Emosi!

Baca juga: Hadiri Apresiasi Pemda Berprestasi se-Sulawesi, Bupati Pasangkayu Komitmen Tekan Stunting & Inflasi

Salah satunya berada di Desa Tampaure, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu. Di lokasi tersebut, harga TBS mencapai Rp1.850 per kilogram.

Kerani timbangan, Rahim, mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan dalam tiga hari terakhir. Menurutnya, harga sawit terus bergerak naik secara bertahap setelah sebelumnya berada pada level yang cukup rendah.

"Sudah sekitar tiga hari terakhir ini mulai naik. Sebelumnya memang sempat turun sampai sekitar Rp900 per kilogram, tetapi sekarang berangsur-angsur membaik," kata Rahim saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, peningkatan harga tersebut dipengaruhi oleh membaiknya harga pembelian di tingkat pabrik. Saat ini harga TBS di sejumlah pabrik pengolahan kelapa sawit di Pasangkayu telah menyentuh kisaran Rp2.150 per kilogram.

Kondisi tersebut memberikan harapan baru bagi petani sawit yang dalam beberapa waktu terakhir mengeluhkan rendahnya harga jual hasil panen mereka.

Rahim menilai tren kenaikan masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan apabila harga di tingkat pabrik tetap stabil atau kembali meningkat.

"Kalau harga pabrik terus naik, biasanya harga di timbangan juga ikut menyesuaikan. Mudah-mudahan bisa terus naik karena petani juga sudah lama menunggu harga membaik," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, dampak dari kenaikan harga mulai terlihat dari aktivitas di timbangan. Buah sawit yang sebelumnya sempat menumpuk selama berhari-hari kini berangsur habis terjual dan dikirim ke pabrik.

Menurutnya, saat harga masih rendah, pasokan buah dari petani cukup banyak sehingga terjadi penumpukan di area timbangan. Namun setelah harga naik dan pengiriman ke pabrik kembali lancar, stok buah mulai berkurang.

"Beberapa hari lalu buah sempat menumpuk. Sekarang sudah mulai kosong karena pengiriman ke pabrik kembali lancar. Timbangan tetap buka setiap hari sambil menunggu buah dari masyarakat," jelasnya.

Kenaikan harga TBS ini disambut positif oleh para petani sawit di Pasangkayu. Mereka berharap tren peningkatan harga dapat terus berlanjut sehingga mampu mendongkrak pendapatan petani yang selama ini bergantung pada komoditas sawit sebagai sumber penghasilan utama.

Pasangkayu sendiri merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Sulawesi Barat, sehingga pergerakan harga TBS sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha di sektor perkebunan sawit.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

 

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved