Harga Bahan Pokok
Harga Tahu Tempe di Pasangkayu Memang Stabil, Tapi Pedagang Sebut Ukurannya Agak Berubah
Menurutnya, hingga saat ini belum ada perubahan harga dari pemasok sehingga harga jual kepada konsumen juga tetap sama.
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/harga-tempe.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga tahu dan tempe di Kabupaten Pasangkayu masih stabil hingga akhir Mei 2026 dan belum mengalami kenaikan maupun penurunan.
- Pedagang menyebut tahu dijual Rp5 ribu untuk empat potong, sementara tempe ukuran kecil Rp5 ribu untuk tiga bungkus dan ukuran besar Rp5 ribu per bungkus.
- Meski harga tetap, beberapa produsen menyesuaikan ukuran tahu dan tempe agar tetap terjangkau di tengah biaya produksi yang berfluktuasi.
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Harga tahu dan tempe di Kabupaten Pasangkayu terpantau masih stabil dan belum mengalami kenaikan maupun penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah lapak sayur dan kebutuhan pokok di wilayah Pasangkayu, termasuk di Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu.
Salah seorang pedagang sayur, Muslimin, saat ditemui di lapaknya, Sabtu (30/5/2026), mengatakan harga tahu dan tempe masih bertahan seperti sebelum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Baca juga: Ramalan Shio Hari Ini Sabtu 30 Mei 2026: 2 Shio Paling Apes, Tikus dan Kelinci Diuji Banyak Masalah
Baca juga: Waspada Angin Kencang di Pesisir Majene, BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Sejumlah Wilayah Sulbar
Menurutnya, hingga saat ini belum ada perubahan harga dari pemasok sehingga harga jual kepada konsumen juga tetap sama.
"Kalau tahu masih Rp5 ribu dapat empat potong. Untuk tempe ukuran kecil Rp5 ribu dapat tiga bungkus, sedangkan ukuran besar juga masih Rp5 ribu per bungkus," ujar Muslimin.
Ia menjelaskan, stabilnya harga tahu dan tempe membuat masyarakat tidak terlalu terbebani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama sebagai sumber protein alternatif yang harganya lebih terjangkau dibandingkan lauk lainnya.
Meski harga tidak mengalami perubahan, Muslimin mengakui ukuran tahu dan tempe yang beredar saat ini sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, beberapa produsen memilih menyesuaikan ukuran produk agar harga jual tetap terjangkau di tengah fluktuasi biaya produksi.
"Harganya memang masih sama, tapi kalau diperhatikan ukurannya ada yang sedikit lebih kecil dari sebelumnya. Mungkin itu cara produsen supaya tidak menaikkan harga," jelasnya.
Ia menambahkan, permintaan tahu dan tempe dari masyarakat masih cukup tinggi karena kedua bahan pangan tersebut menjadi menu favorit banyak keluarga.
Selain mudah diolah, tahu dan tempe juga dinilai memiliki nilai gizi yang baik serta dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Muslimin berharap harga kedelai sebagai bahan baku utama tetap stabil sehingga harga tahu dan tempe di tingkat konsumen tidak mengalami kenaikan dalam waktu dekat.
"Semoga harga bahan bakunya tetap aman supaya harga jual ke masyarakat juga tetap stabil," harapnya.
Pantauan Tribun-Sulbar.com di sejumlah lapak penjual sayur di Kecamatan Bambalamotu menunjukkan harga tahu dan tempe relatif seragam. Hingga akhir Mei 2026, komoditas tersebut masih menjadi salah satu bahan pangan yang paling banyak dicari warga untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Harga Bumbu Dapur Jelang Idul Adha Melonjak Tajam di Mamuju, Harga Cabe Makin Pedis |
|
|---|
| Pasca Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasangkayu Mahal, Tomat Rp22 Ribu per Kg, Bawang Merah Rp55 Ribu |
|
|---|
| Sepekan Jelang Lebaran, Harga Cabai dan Bawang di Pasangkayu Masih Ramah |
|
|---|
| Disperindag Mateng Sebut Stok LPG 3 Kg Aman dan Harga Sembako Normal Jelang Lebaran |
|
|---|
| Hampir Merata Naik, Ini Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Topoyo Mamuju Tengah |
|
|---|