Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Pasangkayu

Warga Keluhkan LPG Langka, Diskoperindag Pasangkayu Rencana Tambah Pangkalan di Bambaira

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga harus membeli gas elpiji di kios dengan harga lebih tinggi dari harga eceran yang ditetapkan pemerintah.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Warga Keluhkan LPG Langka, Diskoperindag Pasangkayu Rencana Tambah Pangkalan di Bambaira
Tribun-Sulbar.com/Taufan
PANGKALAN LPG - Endhy, Kepala Bidang Perdagangan, saat ditemui di Pasangkayu, Jumat (29/5/2026). Pihaknya akan mengusulkan pengadaan pangkalan di Kecamatan Bambaira menyusul keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. 

Ringkasan Berita:
  • Diskoperindag Pasangkayu berencana menambah satu pangkalan LPG 3 kilogram di Kecamatan Bambaira.
  • Kelangkaan LPG membuat warga membeli gas di kios dengan harga mencapai Rp35 ribu per tabung.
  • Realisasi penambahan pangkalan masih menunggu koordinasi dan persetujuan dari Pertamina.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasangkayu merencanakan penambahan satu pangkalan gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Bambaira.

Rencana tersebut muncul setelah banyak warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung gas elpiji, baik sebelum maupun sesudah Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Pasangkayu, Endhy, mengatakan Kecamatan Bambaira saat ini memang masih kekurangan pangkalan gas elpiji dibandingkan jumlah kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Minyakita Langka di Kios, Stok Melimpah di RPK Bulog Pasangkayu Dijual Sesuai HET

Baca juga: Besok Lebaran, Diskoperindag Pasangkayu Sidak 6 Pangkalan LPG 3 Kg

“Kalau di Bambaira memang masih kurang pangkalan, sehingga masyarakat cukup sulit mendapatkan tabung gas,” ujar Endhy saat ditemui di Pasangkayu, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga harus membeli gas elpiji di kios dengan harga lebih tinggi dari harga eceran yang telah ditetapkan pemerintah.

Sebelum Lebaran, kata dia, banyak warga mengeluhkan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram. Bahkan di sejumlah kios, harga jual mencapai Rp35 ribu per tabung.

“Karena pangkalan terbatas, masyarakat akhirnya beli di pengecer atau kios dengan harga yang lebih mahal,” katanya.

Penambahan Pangkalan Masih Tunggu Persetujuan Pertamina

Diskoperindag Pasangkayu pun mulai berkoordinasi dengan pihak agen untuk menambah satu pangkalan baru di wilayah Kecamatan Bambaira agar distribusi gas lebih mudah dijangkau masyarakat.

Namun demikian, Endhy mengatakan pihaknya belum bisa memastikan realisasi penambahan pangkalan tersebut dilakukan tahun ini.

Pasalnya, proses penambahan pangkalan masih menunggu koordinasi lanjutan antara agen dan pihak Pertamina.

“Kami sudah koordinasi dengan agen, tetapi agen juga harus berkoordinasi dulu dengan Pertamina,” jelasnya.

Ia mengatakan, jika usulan tersebut mendapat persetujuan dari Pertamina, maka pangkalan baru dapat segera dibuka untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di Bambaira.

Menurut Endhy, persetujuan penambahan pangkalan juga mempertimbangkan kuota distribusi elpiji di setiap daerah.

“Karena dilihat juga dari kuota suatu daerah, apakah masih memungkinkan untuk penambahan pangkalan atau tidak,” tuturnya.

Ia berharap rencana tersebut bisa terealisasi agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan gas elpiji bersubsidi, terutama saat momen hari besar keagamaan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat. (*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved