Kamis, 28 Mei 2026

Pasangkayu

Jelang Idul Adha, Pasar Randomayang Pasangkayu Membludak, Kemacetan Mengular 300 Meter

Selain dipadati pembeli, deretan lapak pedagang yang memanjang di kedua sisi jalan turut memperparah kepadatan arus kendaraan.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Jelang Idul Adha, Pasar Randomayang Pasangkayu Membludak, Kemacetan Mengular 300 Meter
Taufan/Suandi
PASAR RAMAI-Suasana di jalan poros depan pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu. Empat hari menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas jual beli di Pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, membludak, Sabtu (23/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Aktivitas jual beli di Pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Pasangkayu, membludak empat hari menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Sabtu (23/5/2026).
  • Ribuan warga memadati pasar untuk membeli kebutuhan pokok dan perlengkapan hari raya. Kepadatan juga menyebabkan kemacetan hingga sekitar 300 meter di jalan Trans Sulawesi depan pasar.
  • Polisi bersama petugas parkir turun mengatur arus lalu lintas di sekitar pasar. Warga mengaku sengaja datang lebih awal agar bisa 

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Empat hari menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas jual beli di Pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, membludak, Sabtu (23/5/2026).

Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi sejak pagi hingga siang hari, ribuan warga didominasi ibu-ibu tampak memadati area pasar untuk membeli kebutuhan pokok dan perlengkapan hari raya.

Lonjakan pengunjung membuat suasana pasar terlihat sesak dan penuh. 

Warga terlihat berhimpitan saat melintas di lorong-lorong pasar yang dipenuhi pedagang sayur, ikan, daging, rempah-rempah hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Baca juga: Mabuk dan Ancam Warga Pakai Parang, Pria di Campalagian Polman Ditangkap Polisi

Baca juga: Minyakkita di Pasangkayu Langka, Pedagang Jual Rp25 Ribu Per Liter, Minyak Lain Ikut Naik

Sejumlah pedagang bahkan membuka lapak hingga ke bahu jalan poros Trans Sulawesi di depan pasar.

Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar pasar mengalami kemacetan panjang hingga sekitar 300 meter.

Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak bergerak perlahan karena badan jalan menyempit akibat banyaknya kendaraan warga yang terparkir di sisi kanan dan kiri jalan.

Selain dipadati pembeli, deretan lapak pedagang yang memanjang di kedua sisi jalan turut memperparah kepadatan arus kendaraan.

Suara klakson kendaraan terdengar bersahut-sahutan di tengah ramainya aktivitas masyarakat yang keluar masuk pasar.

Aparat kepolisian dari Polsek Bambalamotu tampak turun langsung melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pasar.

Mereka dibantu sejumlah tukang parkir untuk mengarahkan kendaraan warga agar tidak semakin memperparah kemacetan.

Beberapa petugas terlihat sesekali meminta pengendara untuk tetap bergerak dan tidak berhenti terlalu lama di depan pasar.

Sementara di area dalam pasar, suasana terlihat jauh lebih padat.

Para pembeli tampak saling berdesakan saat memilih kebutuhan dapur. 

Lorong pasar yang sempit dipenuhi warga yang membawa kantong belanja berisi beras, minyak goreng, gula, telur, hingga bahan kue untuk persiapan Idul Adha.

Di bagian penjual ikan dan ayam potong, antrean warga terlihat mengular. 

Sebagian pembeli harus menunggu cukup lama untuk dilayani pedagang.

Aroma rempah-rempah bercampur bau ikan segar dan daging memenuhi area pasar tradisional tersebut.

Tak hanya warga dari Desa Randomayang, sejumlah pembeli juga datang dari desa sekitar di Kecamatan Bambalamotu untuk berbelanja kebutuhan hari raya.

Salah seorang warga, Masni, mengaku sengaja datang lebih awal agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang masih relatif normal.

Ia mengatakan kondisi pasar memang selalu ramai menjelang hari besar keagamaan, namun tahun ini jumlah pengunjung dinilai lebih banyak dibanding hari biasa.

“Kalau dekat lebaran seperti ini memang pasti ramai. Jadi saya datang pagi supaya cepat dapat barang dan tidak terlalu susah cari parkiran,” ujarnya.

Masni mengaku membeli berbagai kebutuhan rumah tangga seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, hingga bumbu dapur untuk persiapan memasak saat Idul Adha nanti.

Menurutnya, meski kondisi pasar sangat padat, masyarakat tetap antusias berbelanja karena momentum Idul Adha hanya datang sekali dalam setahun.

Hingga siang hari, kepadatan di Pasar Randomayang masih terus terjadi dan diperkirakan akan semakin meningkat dalam beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Adha.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved