Pasangkayu
Jelang Idul Adha, Enam Dokter Hewan Siaga, Sapi di Pasangkayu Dipastikan Bebas Penyakit
Menurutnya, pengawasan kesehatan ternak terus diperketat seiring meningkatnya kebutuhan sapi menjelang Idul
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/sapi-kurban-pasangkayu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dinas Peternakan dan Perkebunan Pasangkayu memastikan kondisi sapi menjelang Idul Adha 2025 dalam keadaan sehat dan bebas dari penyakit menular berdasarkan hasil pemantauan dokter hewan di lapangan.
- Saat ini terdapat enam dokter hewan yang bertugas di Pasangkayu, namun jumlah tersebut dinilai masih belum ideal untuk mengawasi 12 kecamatan
- Pengawasan hewan kurban akan diperketat, termasuk pemeriksaan di titik penjualan, serta masyarakat diimbau segera melapor
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Menjelang perayaan Idul Adha yang tinggal menghitung hari, Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pasangkayu memastikan kondisi kesehatan hewan ternak, khususnya sapi, dalam keadaan aman dan bebas dari penyakit menular.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pasangkayu, Abidin, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2025).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh tim dokter hewan di sejumlah wilayah, mulai dari Kecamatan Sarjo hingga Kecamatan Dapurang, tidak ditemukan adanya kasus penyakit pada sapi yang berpotensi mengganggu ketersediaan hewan kurban.
Baca juga: Terdesak Utang Koperasi, Ibu Rumah Tangga di Polman Mencuri Barang di Toko
Baca juga: Motor Dinas Milik Perawat Hilang di Parkiran Kantor Puskesmas Binuang Polman
“Dari hasil pantauan dokter hewan di lapangan, kondisi sapi di Pasangkayu sejauh ini sehat, tidak ada laporan penyakit,” ujar Abidin.
Menurutnya, pengawasan kesehatan ternak terus diperketat seiring meningkatnya kebutuhan sapi menjelang Idul Adha.
Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh hewan yang akan diperjualbelikan maupun dijadikan kurban memenuhi standar kesehatan.
Abidin juga mengungkapkan, saat ini Kabupaten Pasangkayu telah memiliki enam dokter hewan yang tersebar di beberapa kecamatan.
Jumlah tersebut mengalami penambahan dari sebelumnya lima dokter hewan, setelah adanya satu tenaga baru yang ditempatkan di Kecamatan Bulutaba.
“Tambahan satu dokter hewan ini merupakan lulusan Universitas Hasanuddin, dan sudah mulai bertugas untuk memperkuat pengawasan kesehatan ternak,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui jumlah dokter hewan yang ada saat ini masih belum ideal untuk menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Pasangkayu yang terdiri dari 12 kecamatan.
“Harusnya satu kecamatan satu dokter hewan, tapi kondisi sekarang satu dokter hewan harus meng-cover dua kecamatan. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak dinas terus mengoptimalkan koordinasi antar petugas di lapangan, termasuk melibatkan petugas teknis peternakan dan penyuluh agar pemantauan tetap berjalan maksimal.
Abidin juga mengimbau kepada para peternak agar proaktif melaporkan jika menemukan gejala penyakit pada ternaknya, sekecil apa pun indikasinya.
| Air Bersih Belum Mengalir Merata di Kalibamba Pasangkayu, Warga Pertanyakan Proyek Rp1,36 Miliar |
|
|---|
| Niat Pergi Mancing Ikan, Lansia di Pasangkayu Hanyut di Sungai dan Ditemukan Tak Bernyawa |
|
|---|
| Hari Otda 2026, Sekda Pasangkayu Ingatkan Jajaran Jangan Boros Anggaran, Kegiatan Harus Sederhana |
|
|---|
| Laris di Musim Panas, Perantau Jateng di Pasangkayu Raup Omzet Rp600 Ribu Per Hari dari Es Dawet |
|
|---|
| Sampah Plastik Menumpuk di Selokan Depan Lapangan Merdeka Pasangkayu, Warga Khawatir Banjir |
|
|---|