Berita Pasangkayu
Upah Belum Dibayar, Pekerja Proyek Bundaran Smart Pasangkayu Ancam Copot Instalasi
Ia bahkan berencana mencopot kembali alat-alat yang telah dipasang apabila haknya tidak segera dipenuhi.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/pekerja-pasang-spanduk-segel-bundaran-smart-Pasangkayu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pekerja proyek Bundaran Smart Pasangkayu mengaku belum menerima upah sejak pekerjaan selesai pada 2024.
- Pekerja mengancam akan mencopot instalasi jika pembayaran tidak segera dilakukan.
- Dinas PUPR menyebut pembayaran menunggu anggaran, namun tanggung jawab utama ada pada kontraktor.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Persoalan pembayaran upah pekerja pada proyek perbaikan air mancur dan lampu di Bundaran Smart Pasangkayu hingga kini belum menemukan titik terang.
Salah satu pekerja, Muhammad Ansar, mengaku belum menerima pembayaran sama sekali atas pekerjaan yang telah diselesaikan sejak akhir tahun 2024.
Saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2026), Ansar menegaskan belum ada kejelasan dari pihak terkait.
“Sampai sekarang belum ada sepersen pun yang dibayarkan,” ujarnya.
Baca juga: Pekerja Segel Bundaran Smart Pasangkayu, Protes Upah Rp 12 Juta Belum Cair
Baca juga: Tukang Pekerja Air Mancur Bundaran Smart Pasangkayu Tak Kunjung Dibayar oleh Kontraktor
Ironisnya, di tengah belum dibayarkannya upah tersebut, fasilitas air mancur dan lampu di bundaran itu diketahui telah kembali difungsikan.
Ansar pun mengaku kecewa dan mempertimbangkan langkah tegas jika tidak ada penyelesaian dalam waktu dekat.
Ia bahkan berencana mencopot kembali alat-alat yang telah dipasang apabila haknya tidak segera dipenuhi.
“Kalau belum ada kejelasan, saya berencana mau copot kembali alat-alatnya,” tegasnya.
Ia juga menyebut hingga saat ini belum ada respons dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasangkayu terkait persoalan tersebut.
PUPR Tunggu Anggaran
Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Pasangkayu, Sunar, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu ketersediaan anggaran pemeliharaan sebesar Rp7 juta.
Menurutnya, anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk melakukan pembayaran, meskipun jumlahnya belum mencukupi keseluruhan kewajiban.
“Masih menunggu anggaran pemeliharaan sekitar Rp7 juta, itu nanti akan kami bayarkan walaupun masih kurang,” jelasnya.
Namun demikian, Sunar menegaskan bahwa tanggung jawab utama sebenarnya berada pada pihak kontraktor, Samsul.
Pasalnya, menurut dia, pembayaran proyek sebelumnya telah diselesaikan kepada kontraktor yang bersangkutan.
| Dinsos Pasangkayu Dampingi Marigun Tetap Sekolah di SMK, Sempat Diusulkan Pindah ke SLB |
|
|---|
| Mobil Nyaris Terbalik ke Parit di Jalan Ir Soekarno Pasangkayu, Evakuasi Damkar Jadi Tontonan Warga |
|
|---|
| Ular Masuk ke AC Diler Suzuki Pasangkayu, Damkar Bongkar Unit Pendingin untuk Evakuasi |
|
|---|
| Aliansi Mahasiswa dan Tokoh Pemuda Desak DPRD Pasangkayu Awasi CSR dan Harga TBS Sawit |
|
|---|
| Aliansi Mahasiswa dan Tokoh Pemuda Demo DPRD Pasangkayu, Soroti Harga TBS Sawit dan CSR Perusahaan |
|
|---|