Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Pasangkayu

Rumah Warga di Bambalamotu Terancam Roboh, Tiang Menggantung di Atas Tebing Longsor

Untuk mencegah rumahnya roboh, pemilik terpaksa menambah sejumlah tiang penyangga tambahan secara darurat.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Rumah Warga di Bambalamotu Terancam Roboh, Tiang Menggantung di Atas Tebing Longsor
Tribun-Sulbar.com/Taufan
RUMAH TERANCAM AMBRUK - Kondisi rumah milik warga di Dusun Duria Biro, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, tampak terancam roboh akibat longsor, Kamis (26/5/2026). Terlihat tiang penyangga rumah menggantung di bibir tebing yang tergerus, sementara tanah di sekitarnya retak dan rawan longsor. Pemilik terpaksa menambah penyangga darurat untuk mencegah rumah ambruk. 

Ringkasan Berita:
  • Sebuah rumah warga di Bambalamotu terancam roboh akibat longsor yang terus menggerus tanah penopang.
  • Pemilik rumah telah menambah penyangga darurat, namun kondisi tanah masih labil dan berpotensi longsor susulan.
  • Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan, jika tidak rumah terpaksa dibongkar demi keselamatan.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Sebuah rumah warga di Dusun Duria Biro, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, kian terancam roboh akibat kondisi tanah yang terus mengalami longsor.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Kamis (26/5/2026), kondisi di lokasi memperlihatkan bagian bawah rumah yang sudah sangat memprihatinkan.

Tiang-tiang penyangga rumah tampak berdiri di bibir tebing yang tergerus, bahkan sebagian terlihat menggantung tanpa tanah penopang yang memadai.

Baca juga: Arus Balik Lebaran, 94 Penumpang Berangkat di Silopo Polman Menuju Kalimantan

Baca juga: Bejat, Begini Modus Pelaku Rudapaksa Kurir di Mamuju Tengah

Permukaan tanah di sekitar rumah juga terlihat retak dan tidak lagi stabil.

Bagian tepi lantai rumah tampak menggantung di atas jurang kecil yang terus terkikis.

Di bawahnya, terlihat aliran air dan tumpukan tanah yang longsor, memperparah kondisi tebing yang semakin curam.

Untuk mencegah rumahnya roboh, pemilik terpaksa menambah sejumlah tiang penyangga tambahan secara darurat.

Tiang-tiang tersebut dipasang dengan material sederhana, menopang bagian rumah yang sudah tidak lagi memiliki fondasi kuat.

Kondisi Longsor Kian Memburuk

Di sisi lain, area sekitar rumah dipenuhi material longsoran serta vegetasi liar yang tumbuh di lereng tebing.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan tanah masih terus terjadi dan berpotensi menimbulkan longsor susulan, terutama saat hujan turun.

Zulkifli, pemilik rumah, mengungkapkan bahwa kerusakan tersebut mulai terjadi sejak hujan deras beberapa hari lalu.

Namun, ia menyebut kondisi longsor sebenarnya sudah berlangsung sekitar satu tahun terakhir dan terus memburuk seiring waktu.

“Awalnya kecil, tapi makin lama makin parah. Apalagi kalau hujan deras, tanah di bawah itu terus terkikis,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia juga mengaku sudah lama tidak menempati rumah tersebut karena khawatir akan keselamatan dirinya dan keluarga. Saat ini, ia memilih tinggal sementara di rumah kerabat.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved