Ramadan 2026
Sehari Jelang Ramadan, Pasar Bambaira Pasangkayu Diserbu Warga, Akses Jalan Macet 500 Meter
Kepadatan diperkirakan berlangsung hingga siang hari. Warga yang baru menyelesaikan aktivitas pagi diprediksi masih akan berdatangan
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ratusan-saat-belanja-di-pasar-Desa-Bambaira-Kecamatan-Bambaira-Pasanglayu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ratusan warga padati pasar Desa Bambaira sehari jelang Ramadan.
- Akses jalan sempit sebabkan kemacetan hingga 500 meter dari jalan poros.
- Kebutuhan pokok, kurma, dan sirup paling banyak diburu pembeli.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Sehari menjelang bulan suci Ramadan, ratusan warga memadati pasar di Desa Bambaira, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Selasa (17/2/2026).
Pantauan Tribun-Sulbar.com sejak pagi, arus kendaraan menuju pasar sudah tersendat.
Sepeda motor dan mobil pribadi berdesakan di akses masuk pasar.
Jarak pasar dari jalan poros sekitar 500 meter.
Baca juga: Polisi Selidiki Keberadaan Pria Bertopeng yang Rudapaksa Ibu Rumah Tangga di Pasangkayu
Namun lebar jalan menuju lokasi diperkirakan hanya sekitar dua meter lebih sedikit.
Akibatnya, kendaraan harus bergantian melintas.
Mobil dari arah berlawanan tak bisa berpapasan.
Sejumlah pengendara terpaksa menepi ke bahu jalan tanah.
Suara klakson terdengar bersahut-sahutan.
Lonjakan Pembeli Jadi Tradisi Jelang Puasa
Di dalam pasar, suasana tak kalah padat.
Warga membawa kantong plastik besar.
Sebagian mendorong gerobak kecil.
Ada pula yang memikul karung berisi beras.
Lapak beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging ayam menjadi titik paling ramai.
Baharu, seorang warga, mengatakan lonjakan pengunjung sudah menjadi tradisi jelang Ramadan.
“Kalau sudah mau Ramadan memang selalu ramai. Sudah biasa macet begini,” ujarnya.
Baca juga: Jangan Lewatkan! Lowongan Kerja BRI untuk Mengisi Sejumlah Posisi Masih Terbuka
Ia menyebut mayoritas warga membeli kebutuhan sahur dan berbuka.
Di antaranya beras, gula, tepung, minyak goreng, telur, ayam, daging, hingga bumbu dapur.
Menurutnya, harga bahan pokok masih relatif stabil.
“Alhamdulillah belum ada kenaikan signifikan. Mudah-mudahan tetap stabil sampai Ramadan,” katanya.
Selain kebutuhan pokok, lapak kurma dan sirup mulai diserbu pembeli.
Sejumlah pedagang mengaku omzet meningkat dibanding hari biasa.
Warga menyebut hari ini menjadi kesempatan terakhir berbelanja sebelum puasa.
“Besok sudah mulai fokus ibadah, jadi hari ini dimaksimalkan belanja,” tuturnya.
Kepadatan diperkirakan berlangsung hingga siang hari.
Warga yang baru menyelesaikan aktivitas pagi diprediksi masih akan berdatangan.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Gubernur Suhardi Duka: Media Pilar Demokrasi dan Mitra Pemerintah, Jangan Ada Kesenjangan |
|
|---|
| Diskoperindag Pasangkayu Sebut Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026 Masih Normal |
|
|---|
| Berbagi Kebaikan Bulan Ramadan 1447 H, Bank Mandiri Buka Puasa dan Santuni Warga Rentan di Makassar |
|
|---|
| Fadilah Salat Tarawih Malam ke-25 Ramadan: Dijauhkan dari Azab Kubur, Ini Niat dan Doa Kamilin |
|
|---|
| Tips Pola Makan Sehat Usai Ramadan Menurut Ahli Gizi IPB |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.