Berita Pasangkayu
Tukang Pasang Segel di Air Mancur Bundaran Smart Pasangkayu, Protes Upah dan Material Belum Dibayar
Tulisan berwarna merah di atas kain putih tampak jelas dan mudah terbaca oleh warga maupun pengguna jalan.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/pekerja-pasang-spanduk-segel-bundaran-smart-Pasangkayu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang tukang pekerja memasang tulisan “Disegel” di air mancur Bundaran Smart Pasangkayu sebagai bentuk protes pembayaran pekerjaan rehabilitasi sejak 2024.
- Pemasangan segel membuat air mancur tidak berfungsi, pegawai PUPR datang untuk mediasi.
- Pihak Dinas PUPR menjanjikan fasilitasi komunikasi antara tukang pekerja dan kontraktor agar pembayaran segera diselesaikan.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Seorang tukang pekerja air mancur dan lampu di Bundaran Smart Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) memasang spanduk bertuliskan “Disegel, Upah dan Material Rehab Air Mancur Bundaran Belum Dibayar Sejak Tahun 2024”, Selasa (10/2/2026).
Pantauan Tribun-Sulbar.com, spanduk dipasang pada dinding batu di sisi bundaran pusat kota Pasangkayu itu, tepat di jalur pedestrian yang mengelilingi kolam air mancur.
Tulisan berwarna merah di atas kain putih tampak jelas dan mudah terbaca oleh warga maupun pengguna jalan.
Baca juga: Tukang Pekerja Air Mancur Bundaran Smart Pasangkayu Tak Kunjung Dibayar oleh Kontraktor
Baca juga: Korban Penganiayaan di Pasangkayu Dijadikan Tersangka Kuasa Hukum Nilai Polisi Kriminalisasi Warga
Akibat pemasangan segel, air mancur di bundaran tidak difungsikan saat ini.
Area sekitar pancuran tampak sepi aktivitas, sementara beberapa pegawai berpakaian dinas cokelat hadir untuk mengecek lokasi dan berkomunikasi dengan pekerja.
Protes Upah dan Material Belum Dibayar
Tukang pekerja, Muhammad Ansar, menyatakan langkah pemasangan segel terpaksa dilakukan karena upah dan material pekerjaan rehabilitasi air mancur dan lampu bundaran yang diselesaikan akhir 2024 belum dibayarkan.
Ansar mengaku telah berulang kali menanyakan pembayaran, namun belum mendapat kepastian.
Ia bahkan menyebut sempat mendapat larangan dan ancaman pidana saat berniat mengambil kembali material miliknya.
Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasangkayu yang tiba di lokasi menyampaikan akan memfasilitasi komunikasi antara Ansar dengan Samsul, kontraktor penerima dana pembayaran.
PUPR menjanjikan akan mempertemukan kedua belah pihak agar masalah pembayaran dapat segera diselesaikan dan tidak berlarut-larut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian waktu penyelesaian pembayaran pekerjaan tersebut. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan
Air Mancur Bundaran Smart Pasangkayu
Pasangkayu
Berita Pasangkayu
berita Pasangkayu hari ini
Sulawesi Barat
| Diduga Rem Blong, Truk CPO Tabrak Motor di Pasangkayu, Pasutri Dilarikan ke Puskesmas |
|
|---|
| Truk CPO Tabrak Motor di Karya Bersama Pasangkayu, Pasutri Terluka Dilarikan ke Puskesmas |
|
|---|
| Sarang Tawon Vespa Seukuran Bola Ancam Keselamatan Anak TK, Damkar Pasangkayu Evakuasi |
|
|---|
| Warga Keluhkan LPG Langka, Diskoperindag Pasangkayu Rencana Tambah Pangkalan di Bambaira |
|
|---|
| Minyakita Langka di Kios, Stok Melimpah di RPK Bulog Pasangkayu Dijual Sesuai HET |
|
|---|