Pasangkayu
Desa Pangiang Pasangkayu Jadi Desa Tangguh Bencana, Masyarakat Dilibatkan Aktif
Kegiatan tersebut dihadiri unsur OPD dan Forkopimda Pasangkayu, Pemerintah Desa Pangiang
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/GRREQHDE.jpg)
Ringkasan Berita:
- Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, resmi dicanangkan sebagai Desa Tangguh Bencana oleh Pemkab Pasangkayu melalui BPBD dengan tema “Multikolaborasi Berbasis Kemandirian”.
- Program ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat, pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran dalam menghadapi ancaman bencana
- BPBD berharap Desa Pangiang menjadi contoh desa lain, dengan implementasi berkelanjutan melalui kelembagaan desa, rencana kontinjensi, dan pemanfaatan potensi lokal
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Pemerintah Kabupaten Pasangkayu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencanangkan Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, sebagai Desa Tangguh Bencana dalam kegiatan Pencanangan Gerakan Desa Tangguh Bencana (G’DESTANA) bertema Multikolaborasi Berbasis Kemandirian yang berlangsung di Pantai Desa Pangiang, Rabu (24/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur OPD dan Forkopimda Pasangkayu, Pemerintah Desa Pangiang, serta peserta yang terdiri dari anggota Pramuka dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Suhardi Pasangkayu menyampaikan bahwa Kabupaten Pasangkayu memiliki potensi risiko bencana, baik bencana alam maupun non-alam.
Baca juga: 2 Bunga Bangkai Tumbuh di Pekarangan Rumah Warga Madatte Polman, Pemilik Rumah Kaget
Baca juga: Tiket Sold Out, 3.626 Penumpang Libur Nataru 2025 di Terminal Simbuang, Turun Dibanding 2024
Sehingga upaya pengurangan risiko bencana tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kabupaten Pasangkayu memiliki potensi risiko bencana, sehingga upaya pengurangan risiko tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Suhardi Pasangkayu.
Ia menegaskan bahwa desa tangguh bukan hanya sekadar memiliki dokumen atau sarana prasarana, melainkan desa yang masyarakatnya memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran untuk melindungi diri, keluarga, serta lingkungannya dari ancaman bencana.
“Desa tangguh bukan hanya soal dokumen atau sarana prasarana, tetapi desa yang masyarakatnya memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran dalam menghadapi ancaman bencana,” tambahnya, ditemui usai kegiatan.
Menurutnya, pencanangan Desa Tangguh Bencana merupakan langkah strategis sekaligus komitmen bersama dalam membangun desa yang siap, siaga, dan mandiri menghadapi bencana.
Hal itu sejalan dengan tema yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, media, relawan, dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, berharap Desa Pangiang dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam membangun ketangguhan bencana.
Karena katanya, melalui program tersebut masyarakat diharapkan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
“Melalui program Desa Tangguh Bencana, masyarakat diharapkan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, sehingga risiko dan dampaknya dapat diminimalkan,” kata Arhamuddin.
Ia menegaskan agar program Desa Tangguh Bencana tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan secara berkelanjutan.
“Kami berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diimplementasikan melalui pembentukan kelembagaan desa, peningkatan kapasitas masyarakat, penyusunan rencana kontinjensi, serta pemanfaatan potensi dan kearifan lokal,” ujarnya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Jelang Idul Adha, Pasar Randomayang Pasangkayu Membludak, Kemacetan Mengular 300 Meter |
|
|---|
| Wabup Pasangkayu Sidak Pasar dan SPBU Jelang Iduladha, Pastikan Stok Bapok dan BBM Aman |
|
|---|
| Kepala Bapperida Pasangkayu Perkuat Sinergi Penanganan Kasus Perempuan dan Anak dengan Polres |
|
|---|
| Harga TBS Jeblok, Petani Sawit di Pasangkayu Merintih Hasil Panennya Tak Terbeli |
|
|---|
| Jarak Tempuh Damkar 65 Kilometer, Rumah Warga di Lilimori Tak Bisa Diselamatkan dari Kebakaran |
|
|---|