Pasangkayu
Jalan Depan Gedung DPRD Pasangkayu Rusak Parah, Anggaran Perbaikan Rp18 Miliar Dipangkas
Menurut warga sekitar, Suherman, sudah beberapa kali pengendara terjatuh karena terperosok ke lubang jalan.
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU-Kondisi jalan di pertigaan antara Jalan Poros Pasangkayu dengan Jalan Abdul Muiz, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, tepat di depan kantor DPRD Pasangkayu, makin rusak parah.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Sabtu (30/8/2025), jalan yang sebelumnya sudah pernah ditambal seadanya itu kembali dipenuhi lubang besar.
Genangan air yang tidak kunjung surut membuat lubang-lubang tersebut semakin melebar.
Baca juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Tradsional Mamuju Stabil, Bawang dan Tomat Sudah Murah
Baca juga: Setelah Bertahun-tahun Rusak, Jl Bau Massepe Samping Toko Family Mamuju Sudah Mulus
Sejumlah pengendara tampak ekstra hati-hati saat melintas. Kendaraan roda dua terutama rawan tergelincir, sebab permukaan jalan tidak rata dan tergenang air keruh.
Menurut warga sekitar, Suherman, sudah beberapa kali pengendara terjatuh karena terperosok ke lubang jalan.
“Sering sekali ada yang jatuh, apalagi kalau malam hari. Lubangnya dalam, air juga menggenang terus, jadi tidak kelihatan,” ungkapnya.
Kerusakan ini diperparah dengan kondisi drainase di sekitar lokasi yang tidak memadai.
Tidak ada saluran air yang mengalirkan genangan menuju ke selokan, sehingga setiap kali hujan turun, air akan bertahan lama di permukaan jalan.
Jalan ini sendiri termasuk jalur vital. Selain akses masyarakat, jalur ini juga menghubungkan langsung menuju perkantoran OPD di kompleks kantor bupati Pasangkayu.
Arus kendaraan yang cukup padat membuat kerusakan semakin cepat bertambah.
Menanggapi kondisi tersebut, anggota Komisi III DPRD Pasangkayu, Amries Amir, mengakui jalan tersebut memang sudah lama menjadi perhatian dewan.
Bahkan, pihaknya sempat membahas rencana perbaikan bersama Dinas PUPR Pasangkayu. Namun, rencana itu terkendala masalah anggaran.
“Sekitar Rp18 miliar kemarin sudah disiapkan untuk perbaikan dan penataan khusus di dalam kota Pasangkayu. Termasuk salah satunya jalan di depan kantor DPRD ini. Tapi karena ada pemangkasan anggaran, akhirnya tidak sempat dikerjakan,” kata Amries Amir.
Menurutnya, pemangkasan anggaran itu membuat banyak program infrastruktur tertunda. Bukan hanya di sekitar pusat kota, tapi juga sejumlah ruas jalan lain yang sebelumnya sudah masuk dalam daftar prioritas.
“Kalau anggaran itu tidak dipangkas, seharusnya tahun ini sudah mulai dikerjakan. Sekarang kami di DPRD hanya bisa mendorong kembali agar masuk di anggaran perubahan atau tahun depan,” jelasnya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
Dimasak dengan Bumbu Khas & Harga Konsisten, Nasi Kuning Ani di Pasangkayu Selalu Ludes |
![]() |
---|
Wajib Pajak 10 Persen, Pemilik Warung Makan di Pasangkayu Mau Naikkan Harga, Tapi Pelanggan Protes |
![]() |
---|
Plafon Kantor Disdukcapil Pasangkayu Tak Terawat, Plafon Bocor dan Ganggu Pelayanan Warga |
![]() |
---|
Kabupaten Pasangkayu Terima Baznas Awards 2025 |
![]() |
---|
86 TBS di Kabupaten Pasangkayu Sudah Tera, Koperindag Pastikan Timbangan Layak Pakai |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.