PNM untuk UMKM
Pemberdayaan Perempuan Picu Dampak Berantai
Pemberdayaan perempuan di sektor ultra mikro dinilai sebagai langkah menyalakan harapan di tengah masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/FERFGERFE42.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM – Upaya pemberdayaan perempuan prasejahtera yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi nasabah, tetapi juga memicu perubahan sosial di tingkat keluarga hingga komunitas.
Pemberdayaan perempuan di sektor ultra mikro dinilai sebagai langkah menyalakan harapan di tengah masyarakat.
Perempuan yang sebelumnya berjuang memenuhi kebutuhan keluarga kini mulai memiliki peluang untuk memperbaiki kondisi ekonomi melalui usaha yang dijalankan.
Baca juga: PNM Tebar Kebaikan untuk Anak Yatim dan Kaum Dhuafa Sabang Hingga Merauke Melalui Ramadan Madani
Baca juga: Daftar Harga Pangan di GPM Mamuju Tengah, Bawang Merah Rp36 Ribu Per Kilo, Telur Rp56 Ribu per Rak
Sejak berdiri pada 1999, PNM berkomitmen memberikan akses pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha ultra mikro, khususnya perempuan prasejahtera.
Melalui layanan seperti PNM Mekaar dan ULaMM, perusahaan tidak hanya menyalurkan modal usaha, tetapi juga memberikan pelatihan serta pembinaan karakter usaha seperti disiplin, kejujuran, dan kerja keras.
Hingga saat ini, program PNM Mekaar telah menjangkau lebih dari 22,9 juta nasabah yang tergabung dalam sekitar 909 ribu kelompok perempuan di seluruh Indonesia.
Program ini hadir di 36 provinsi, 451 kabupaten/kota, dan 6.165 kecamatan, menjadikan PNM sebagai salah satu penggerak inklusi keuangan terbesar di sektor ultra mikro.
Sekretaris Perusahaan PNM L. Dodot Patria Ary mengatakan dampak pemberdayaan tidak hanya terlihat dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dari perubahan peran perempuan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Perempuan yang sebelumnya hanya berjuang untuk bertahan hidup kini mulai berperan sebagai penggerak ekonomi keluarga bahkan komunitasnya,” ujar Dodot dalam kegiatan Iftar PNM Bersama Media: Lentera dalam Makna, Rabu (11/3/2026).
Dalam proses pemberdayaan tersebut, PNM juga melihat munculnya kepemimpinan perempuan di tingkat akar rumput. Di setiap kelompok Mekaar terdapat ketua kelompok yang berperan mengoordinasikan anggota, mengatur pertemuan, serta menjaga kedisiplinan kelompok.
Peran tersebut secara tidak langsung membentuk kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas.
Para ketua kelompok tidak hanya menjadi penggerak usaha kecil, tetapi juga menjadi panutan yang menumbuhkan solidaritas dan kemandirian ekonomi di lingkungan mereka.
Dampak pemberdayaan ini semakin diperkuat melalui ekosistem Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan layanan PNM, BRI, dan Pegadaian.
Melalui ekosistem tersebut, nasabah memiliki kesempatan untuk meningkatkan skala usaha serta mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas.
Dodot menegaskan pemberdayaan perempuan memiliki efek berantai yang melampaui peningkatan ekonomi individu.