Utang Luar Negeri
Rincian Utang Luar Negeri Indonesia, Triwulan IV 2025 Melonjak
Angka itu lebih tinggi dari triwulan III 2025 sebesar 427,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 7.280 triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Utang-luar-negeri-Indonesia-pada-triwulan-IV-2026-terus-meningkat.jpg)
Ringkasan Berita:
- Utang luar negeri Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 431,7 miliar dolar AS, naik dari 427,6 miliar dolar AS pada triwulan sebelumnya.
- ULN pemerintah meningkat menjadi 214,3 miliar dolar AS, digunakan untuk sektor kesehatan, sosial, pendidikan, konstruksi, dan transportasi; utang swasta menurun menjadi 192,8 miliar dolar AS.
- Pemerintah menekankan penguatan penerimaan pajak dan pertumbuhan ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada utang, sambil menjaga struktur ULN tetap sehat.
TRIBUN-SULBAR.COM - Utang luar negeri Indonesia terus meningkat.
Catatan bank indonesia (BI), utang luar negeri Indonesia paada triwulan IV 2025 sebesar Rp 431,7 miliar dolar AS.
Angka itu lebih tinggi dari triwulan III 2025 sebesar 427,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 7.280 triliun.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso merinci, ULN pemerintah pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 214,3 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan posisi triwulan III 2025 sebesar 210,1 miliar dolar AS.
Baca juga: Ular Piton Masuk Kamar Mandi Warga Desa Ako, Damkar Pasangkayu Turun Tangan
Baca juga: Terlilit Utang Penyebab Emak-emak Nekat Rampok Toko Emas di Somba Opu Makassar Pakai Bom Bolotov
"Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," kata Denny, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, sebagai salah satu instrumen dalam pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan diarahkan mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.
Penggunaan ULN pemerintah difokuskan untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,1 persen dari total ULN pemerintah), Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (19,8 persen), Jasa Pendidikan (16,2 persen), Konstruksi (11,7 persen), serta Transportasi dan Pergudangan (8,6 persen).
"Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99?ri total ULN pemerintah," paparnya.
Utang Swasta
Kemudian untuk ULN swasta, Denny menyebut mengalami penurunan.
Ia mengatakan, posisi ULN swasta senilai 192,8 miliar dolar AS pada triwulan IV 2025, menurun dibandingkan dengan posisi triwulan III 2025 sebesar 194,5 miliar dolar AS.
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penurunan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan & Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,9 persen terhadap total ULN swasta.
ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,3 persen terhadap total ULN swasta.
"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," ujarnya.
utang luar negeri
Bank Indonesia
Bank Indonesia Sulbar
Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
| Potret Perjuangan Siswa MI di Sinyonyoi Mamuju, Rela Lewat Jembatan Reyot Demi Sekolah |
|
|---|
| Hanya untuk Cari Pelaku Pemukul Polisi saat Demo di BWS, Polda Sulbar Turunkan 2 Anjing Pelacak K-9 |
|
|---|
| Taurus dan Aquarius Diprediksi Jalani Hari Lebih Lancar, Peluang Baik Datang Tak Terduga |
|
|---|
| Polisi Sebut Aksi Demo di BWS Sulbar Diotaki Kontraktor Kecewa Tak Dapat Proyek Berujung Anarkis |
|
|---|
| Mahtan dan SSC Giat Hapus Tatto Gratis untuk Warga Binaan Lapas Polewali Polman Pada 14 Juni |
|
|---|