Sabtu, 23 Mei 2026

Calon Rektor UNUSIA

TRIBUN WIKI - Dr Aras Bakal Calon Rektor Termuda UNUSIA

Kehadiran enam bakal calon rektor, termasuk Dr. Aras, menandai tradisi demokrasi akademik yang sehat di tubuh UNUSIA.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto TRIBUN WIKI - Dr Aras Bakal Calon Rektor Termuda UNUSIA
Tribun-Sulbar.com/Dr Muhammad Aras Prabowo
KONSESI TAMBANG - Bakal Calon Rektor Termuda UNISIA Dr Muhammad Aras Prabowo 

Ringkasan Berita:
  • Dr. Muhammad Aras Prabowo (32) tampil sebagai bakal calon rektor termuda dalam sejarah UNUSIA dan LPTNU, mencuri perhatian lewat rekam jejak akademik dan organisasi
  • Ia mengusung visi UNUSIA Unggul sebagai Teaching University berkarakter Aswaja, dengan fokus pada mutu pendidikan, etika, global competitiveness, & tata kelola profesional.
  • Prestasinya mencakup publikasi ilmiah, kolaborasi internasional, dan pengabdian masyarakat, membuatnya dinilai sebagai figur muda potensial untuk memimpin UNUSIA.

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) kembali mencatat sejarah baru dalam dinamika kepemimpinan akademiknya.

Pada penyampaian visi-misi Bakal Calon Rektor (BCR) UNUSIA periode 2026–2030 yang digelar di Aula Jakoeb Oetama, Senin (8/12/2025), Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak tampil sebagai salah satu kandidat paling menonjol.

Di usia yang masih sangat muda untuk ukuran calon rektor perguruan tinggi Indonesia, Dr. Aras resmi tercatat sebagai BCR termuda dalam sejarah UNUSIA dan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) di bawah PB NU.

Kehadiran enam bakal calon rektor, termasuk Dr. Aras, menandai tradisi demokrasi akademik yang sehat di tubuh UNUSIA.

Baca juga: Intelektual Muda NU Dukung Pengembalian Konsesi Tambang ke Pemerintah

Namun, perhatian besar publik dan sivitas akademika tertuju kepada Dr. Aras karena rekam jejak akademik dan organisatorisnya yang luar biasa cepat dibandingkan usianya.

Di usia 32 tahun, ia telah menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan predikat Cumlaude, sekaligus mengantongi pengalaman strategis di bidang akademik, riset, tata kelola keuangan, serta pengabdian masyarakat.

Dalam penyampaian visi-misi, Dr. Aras mengusung gagasan besar: UNUSIA Unggul sebagai Teaching University berkarakter Ahlussunnah wal-Jamaah An-Nahdliyah.

Ia menegaskan bahwa arah UNUSIA harus bertumpu pada penguatan klaster unggulan pendidikan berbasis Sertifikat Kompetensi Pendamping Ijazah (Teaching University), penguatan mutu pembelajaran, serta pengalaman belajar mahasiswa yang kompetitif secara global.

Baginya, identitas Aswaja bukan hanya simbol, tetapi harus menjadi etika, epistemik, dan fondasi kultural dalam seluruh aspek pendidikan—mulai dari kurikulum, riset, pengabdian masyarakat, hingga kewirausahaan.

“Keunggulan sebuah universitas lahir dari karakter dan etosnya. UNUSIA harus berdiri sebagai kampus yang modern, inklusif, dan tetap akar pada tradisi keulamaan,” tegas Dr. Aras dalam forum tersebut.

Dr. Aras juga memetakan lima misi utama, termasuk tata kelola profesional dan akuntabel, desain pendidikan beretika dan berwawasan global, pengabdian berbasis kerakyatan dengan perspektif global, pengembangan ekosistem kewirausahaan mahasiswa, serta riset berbasis keunggulan lokal dan global.

Gagasannya dipuji banyak peserta sebagai “segar, modern, dan adaptif dengan masa depan pendidikan tinggi”.

Selain prestasi akademik, Dr. Aras dikenal luas melalui kontribusi lintas bidang.

Ia merupakan Ketua Program Studi Akuntansi UNUSIA sejak 2021 dan telah mengabdi di berbagai lembaga strategis, seperti BNPT RI, Forum Dosen Akuntansi Publik, hingga jejaring kepemudaan NU.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved