Banjir Longsor Sumatera Utara
UPDATE Korban Banjir Longsor Sumatera Utara, Data Polisi dan BNPB Berbeda
Ferry menambahkan, bencana yang dipicu cuaca ekstrem ini memaksa 28.427 warga mengungsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Korban-banjir-dan-longsor-Sumatera-Utara-masih-terus-bertambah.jpg)
Ringkasan Berita:
- Polda Sumut mencatat 147 korban tewas, 32 luka berat, 722 luka ringan, dan 174 hilang; lebih dari 28 ribu warga mengungsi.
- BNPB merilis data berbeda: 116 korban meninggal dan 42 hilang, dengan Tapanuli Tengah menjadi wilayah terdampak terparah.
- Polres Taput juga menunjukkan perbedaan data: 14 tewas dan 37 hilang, sementara pencarian terkendala akses dan material longsor.
TRIBUN-SULBAR.COM — Update korban banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025).
Update data korban dirilis oleh Humas Polda Sumatera Utara.
Berdasarkan data yang dirilis,total korban meninggal dunia saat ini 147 orang.
Kemudian korban luka berat 32 orang.
Baca juga: Intensitas Hujan Wilayah Sulbar Makin Tinggi, BMKG: Potensi hingga Pukul 21.00 WITA, Waspada Banjir!
Sementara 722 orang lainnya luka ringan.
Selain itu, sebanyak 174 orang masih dinyatakan hilang.
Tim gabungan masih terus melakukan pencarian.
“Untuk sementara, 147 orang meninggal dunia. Terus dilakukan pencarian, ada 174 orang dinyatakan hilang,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Ferry Walintukan.
28.427 Warga Mengungsi
Ferry menambahkan, bencana yang dipicu cuaca ekstrem ini memaksa 28.427 warga mengungsi.
Ribuan personel gabungan masih dikerahkan untuk melakukan pencarian korban, evakuasi, dan pembersihan material longsor.
Sebanyak 3.553 personel kepolisian diterjunkan dalam penanganan darurat bencana ini.
Bantuan logistik dari Mabes Polri juga telah dikirim melalui pesawat CN-295 untuk memenuhi kebutuhan para penyintas.
“Kami berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk menyiapkan tempat pengungsian yang representatif,” tambah Ferry.
Data BNPB: 116 Tewas, 42 Hilang
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data berbeda per Jumat (28/11/2025) sore.
Kepala BNPB, Suharyanto, menyebutkan terdapat 116 korban meninggal dunia dan 42 warga masih hilang.
Rincian korban meninggal menurut wilayah:
Tapanuli Tengah: 47 jiwa
Tapanuli Selatan: 32 jiwa
Sibolga: 17 jiwa
Tapanuli Utara: 11 jiwa
Humbang Hasundutan: 6 jiwa
Pakpak Bharat: 2 jiwa
Kota Padangsidimpuan: 1 jiwa
Data Polres Taput Berbeda: 14 Meninggal, 37 Hilang
Perbedaan data juga muncul dari wilayah Tapanuli Utara (Taput).
Menurut Polres Taput, hingga Jumat (28/11/2025), terdapat 14 korban meninggal yang berhasil dievakuasi dan 37 warga masih hilang.
Korban hilang tersebar di dua lokasi: 28 orang di Adiankoting dan 9 orang di Kecamatan Parmonangan.
“Update, jumlah korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi di Taput sebanyak 14 orang, dan dinyatakan hilang 37 orang,” jelas Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing.
Pencarian Terkendala Akses
Upaya pencarian korban masih terus dilakukan di berbagai titik terdampak.
Petugas di lapangan menghadapi kendala karena sejumlah jalur transportasi masih tertutup material longsor sehingga menyulitkan mobilisasi tim penyelamat.(*)
Sumber: Kompas.com
| UT Majene Bekali 350 Calon Wisudawan Wawasan Strategis dan Integritas |
|
|---|
| Hanya 5 Nakes PPPK di Mamuju Tengah Tak Diperpanjang Kontraknya, Meninggal hingga Diberhentikan |
|
|---|
| Pemkab Mamuju Tengah Perpanjang Kontrak 368 PPPK Tenaga Kesehatan Hingga 2028 |
|
|---|
| Raker KONI Sulbar Matangkan Strategi Pembinaan Atlet dan Cabor |
|
|---|
| Remaja 16 Tahun Pelaku Pembunuhan Notaris di Polman Divonis 8 Tahun Penjara di Lapas Anak Mamuju |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.