Sabtu, 13 Juni 2026

Haji 2026

Melihat dari Dekat Pabrik Parfum Bunga Mawar Berusia 150 Tahun di Taif Arab Saudi

Setiap tahunnya, Taif menghasilkan jutaan kuntum mawar setiap tahunnya yang kemudian diolah menjadi minyak mawar atau attar serta air mawar

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Melihat dari Dekat Pabrik Parfum Bunga Mawar Berusia 150 Tahun di Taif Arab Saudi
Tribun-Sulbar.com/Tangkapan Layar
CIUM AROMA MAWAR - Seorang pengunjung mencium aroma mawar hasil sulingan di sebuah guci yang berada di pabrik parfum dan penyulingan mawar Rashid Al Qurashei yang berada di kawasan Al-Hada, Taif. 

"Setelah selesai, air mawar akan berada di bawah dan minyak mawar atau attar di atas," ujar Dul sembari menunjukkan alat penyulingan.

Hasil penyulingan mawar tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk.

Mulai dari parfum, sabun, lotion, krim perawatan kulit dan rambut, skincare, hingga air mawar yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Air mawarnya juga bisa diminum secara langsung atau dicampur. Khasiatnya ya, mungkin wangi saja," katanya sambil tertawa.

Mulai Modernisasi

Meski tetap mempertahankan teknik penyulingan tradisional yang menjadi ciri khas pabrik Al-Qurashi, pihaknya juga melakukan modernisasi dalam proses produksi.

Satu di antaranya dengan menghadirkan kilang penyulingan berkapasitas besar yang mampu menampung hingga 600 ribu kuntum mawar dalam satu kali proses.

Namun, menurut Dul, mesin berkapasitas besar tersebut hanya digunakan ketika hasil panen mawar sedang melimpah.

"Kalau bunga mawar banyak sekali, baru pakai yang besar ini. Kapasitasnya mampu menampung sampai 600 ribu mawar," ujar Dul.

Apabila jumlah bunga yang tersedia tidak mencapai kapasitas tersebut, pabrik lebih memilih menggunakan kilang tradisional.

Menurut Dul, aktivitas produksi mawar di pabrik tersebut hanya berlangsung selama musim panen, yakni pada bulan Ramadan hingga Syawal.

Di luar periode tersebut, proses penyulingan biasanya dihentikan karena ketersediaan bunga mawar yang terbatas. 

Meski demikian, pabrik tetap dibuka untuk kunjungan wisatawan dan jemaah yang ingin mengenal lebih dekat sejarah serta proses pengolahan mawar khas Taif.

Para pengunjung juga masih dapat berbelanja berbagai produk berbahan dasar mawar di toko yang tersedia. 

Selain itu, terdapat pula kafe yang menjadi tempat bersantai sambil menikmati suasana khas kawasan Al-Hada, Taif.

Menurut Dul, jumlah mawar yang diolah setiap tahun juga berbeda-beda tergantung musim panen.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved