Harga Kambing dari Sulbar di Sidrap Tembus Hingga Rp5 Juta per Ekor
Jarak pengiriman yang cukup jauh membuat biaya operasional ikut meningkat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Budidaya-kambing-desa-salupangkang-IV.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Hewan kurban di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan didatangkan dari Wonomulyo, Kabupaten Polewali mandar (Polman), Sulawesi Barat, Kabupaten Enrekang hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Harga hewan kurban jelang Idul Adha 1447 Hijriah mulai mengalami kenaikan, Minggu (3/5/2026).
Harga naik disebabkan biaya akomodasi dan transportasi pengiriman kambing ke Sidrap.
Baca juga: 7 WNI Pelaku Haji Ilegal Terancam Denda Rp230 Juta, Penjara Hingga Dicekal Masuk Arab saudi 10 Tahun
Baca juga: Tarif Sewa Golf Car dan Kursi Roda di Masjidil Haram Tembus Rp926 Ribu
Jarak pengiriman yang cukup jauh membuat biaya operasional ikut meningkat.
Selain itu, kenaikan harga juga dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat yang mulai mencari hewan kurban sejak awal bulan Zulhijah.
Sejumlah pedagang hewan kurban di Sidrap mengaku harga kambing saat ini lebih tinggi dibandingkan hari biasa.
Tergantung ukuran tubuh, usia, jenis kelamin, serta kondisi kesehatan hewan.
Kambing betina umumnya dijual dengan harga lebih murah dibanding kambing jantan.
Sementara kambing jantan lebih banyak diminati pembeli untuk keperluan kurban.
"Harga kambing saat ini dijual mulai Rp1,3 juta per ekor untuk ukuran kecil. Sedangkan kambing ukuran sedang dijual sekitar Rp2 juta per ekor.
"Adapun kambing ukuran besar dibanderol mulai Rp4 juta hingga Rp5 juta per ekor, tergantung bobot dan kualitas hewan," ujar Seorang pedagang kambing di Sidrap, Rustam.
Dekat Hari Raya Makin Mahal
Sembari menambahkan, mendekati Idul Adha memang biasa naik.
Sekarang pembeli sudah mulai ramai datang melihat-lihat dan memesan kata Rustam.
Rustam yang memiliki sekitar 50 ekor kambing mengaku stok hewan kurban tahun ini cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sidrap.
Namun ia memperkirakan harga masih berpotensi naik jika permintaan terus meningkat mendekati hari raya.
“Kambing kecil Rp1,3 juta, ukuran sedang Rp2 juta, dan yang paling besar Rp4 juta sampai Rp5 juta. Biasanya semakin dekat Idul Adha, pembeli makin ramai,” jelasnya.
Menurutnya, sebagian warga memilih membeli lebih awal agar mendapatkan harga yang lebih terjangkau serta pilihan hewan yang masih banyak.
Selain harga, pembeli juga diimbau memperhatikan kondisi kesehatan kambing sebelum membeli.
Laporan Reporter TribunSidrap: Hardiyanti Kamaluddin
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul https://makassar.tribunnews.com/sidrap/1836607/didatangkan-dari-sulbar-hingga-ntt-harga-kambing-di-sidrap-naik?page=all
| Tarif Sewa Golf Car dan Kursi Roda di Masjidil Haram Tembus Rp926 Ribu |
|
|---|
| Gara-gara Limbah Dapur MBG di Sulbar Banyak Dihentikan 33 Sudah Dicabut Penangguhannya |
|
|---|
| Landmark Taman Literasi di Manakarra Tower Mamuju Dirusaki Tangan Jahil |
|
|---|
| Bapenda Sulbar Mulai Sasar Pajak Alat Berat 5 Excavator di Tapalang Mamuju Sudah Didata |
|
|---|
| Disdik Ungkap Penyebab Anak Putus Sekolah di Sulbar Mulai Jarak Jauh Hingga Pernikahan Dini |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.